Tutup Iklan

Mahasiswa UNS Solo Meninggal seusai Diklat Menwa, BEM SV: Usut Tuntas!

BEM SV UNS Solo menuntut kampus, kepolisian dan Menwa segera mengusut tuntas kasus mahasiswa bernama Gilang Endi yang meninggal seusai diklat.

 Jenazah Gilang Endi S, mahasiswa UNS Solo yang meninggal saat diklat Menwa, dibawa untuk dimakamkan di di RT 002/RW005 Dukuh Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

SOLOPOS.COM - Jenazah Gilang Endi S, mahasiswa UNS Solo yang meninggal saat diklat Menwa, dibawa untuk dimakamkan di di RT 002/RW005 Dukuh Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, SOLO — Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi (BEM SV) Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo menuntut pengusutan tuntas atas kasus mahasiswa yang meninggal seusai mengikuti diklatsar Resimen Mahasiswa (Menwa).

Sebagai informasi, mahasiswa UNS Solo, Gilang Endi (GE), 22, asal Karangpandan, Karanganyar, meninggal dunia setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Pra Gladi Patria XXXVI Korps Mahasiswa Siaga Batalion 905 Jagal Abilawa di kawasan Jurug, Solo, Minggu (24/10/2021).

Berdasarkan keterangan dari keluarga, Gilang meninggal dengan sejumlah luka di badan. Dengan persetujuan keluarga, jenazah Gilang diautopsi oleh tim dokter kepolisian dan RSUD dr Moewardi, Solo, untuk mengetahui penyebab pasti mahasiswa UNS Solo itu meninggal dunia.

Baca Juga: Buntut Mahasiswa Meninggal, UNS Solo Bekukan Sementara Kegiatan Menwa

Menanggapi permasalahan itu, Presiden BEM SV UNS Solo, Dessy Latifatul Laila, melalui pernyataan sikap tertulis yang diterima Solopos.com, Senin (25/10/2201) malam, menyampaikan lima hal. Pertama, mendesak UNS dan Korps Mahasiswa Siaga Batalion 905 Jagal Abilawa segera memberikan keterangan terkait meninggalnya BE.

Kedua, menuntut UNS dan Korps Mahasiswa Siaga Batalion 905 Jagal Abilawa bertanggung jawab atas meninggalnya GE. Ketiga, menuntut  UNS bersikap transparan terhadap segala bentuk tindak pidana dan informasi terkait meninggalnya GE.

Keempat, menuntut UNS mendukung penuh proses hukum dan tidak menutup-nutupi segala bentuk tindak pidana yang menyebabkan meninggalnya GE. Terakhir, mengajak seluruh mahasiswa UNS Solo untuk ikut serta melakukan pengawalan kasus GE dan Korps Mahasiswa Siaga Batalion 905 Jagal Abilawa.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Solo Meninggal, Polisi Periksa Panitia dan Barang Bukti

Keadilan untuk Korban dan Keluarga

“Intinya kami meminta UNS, kepolisian, dan Menwa untuk segera memberikan keterangan terkait kasus ini berdasarkan bukti yang jelas, dan menuntut keadilan untuk korban dan keluarganya,” kata Dessy melalui pesan Whatsapp, Senin.

Sebelumnya, terkait mahasiswa UNS Solo yang meninggal dunia seusai mengikuti Diklat Menwa, Minggu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Aparat Polresta Solo menyambangi sekretariat Menwa UNS Solo sekitar pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB, Senin, untuk pengumpulan barang bukti.

Beberapa barang bukti yang dikumpulkan polisi yakni helm, tas dan tali untuk rappelling. Dokumen-dokumen kegiatan diklat juga diamankan. Sementara itu sejumlah panitia diklat turut dimintai keterangan terkait peristiwa yang menimpa Gilang.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Meninggal saat Diklat Menwa, Apa Itu Menwa?

Dari pihak UNS Solo juga sudah langsung memerintahkan penghentian Diklat Menwa yang baru berlangsung dua hari itu. UNS masih menunggu hasil autopsi jenazah Gilang untuk memastikan penyebab kematiannya.

Hasil autopsi itu juga akan menjadi dasar bagi UNS untuk mengevaluasi Menwa, terutama mengenai prosedur kegiatannya. “Pasti itu [evaluasi]. Kami akan mendasarkan pada bukti autentik, baik medis maupun hukum. Kalau ada salah prosedur, tentu kami akan mengambil langkah,” ujar Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto.


Berita Terkait

Berita Terkini

Perhutani Kenalkan Penghijauan Sejak Dini kepada 30 Siswa TK

Sekitar 30 siswa mengikuti penanaman pohon di seputaran Embung Pincil, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Sragen, Jumat (3/12/2021).

Peserta Karanganyar Tourism Great Sale Bertambah Jadi 197

Jumlah peserta Karanganyar Tourism Great Sale 2021 bertambah menjadi 197 pelaku usaha wisata. Sekitar sepekan yang lalu, peserta baru 90 pelaku usaha wisata.

Festival Payung di Balekambang Solo, Cantik Sekaligus Sarat Makna

Setelah sempat pindah lokasi beberapa kali, festival payung Indonesia (Fespin) kembali digelar di Solo akhir pekan ini.

Angka Covid-19 di Karanganyar Sempat Naik, Prokes Jangan Lengah Lur!

Warga diimbau tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) menyusul adanya kenaikan kasus aktif positif Covid-19 di Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Hilang, Sepeda Motor Warga Sukoharjo Dijual Si Pencuri di Facebook

Sepeda motor milik Supriyanto, 54, warga Perumahan Pondok Baru Permai, Gentan, Kecamanatan Baki, Sukoharjo digondol maling pada Jumat (3/12/2021).

Alami Kecelakaan Tunggal di Gemolong Sragen, Warga Plupuh Meninggal

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Dukuh Grogol, Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, Minggu (5/12/2021).

Baru Belajar Nyetir, Mobil Nyemplung Got di Depan SMPN 6 Sragen

Kecelakaan tunggal terjadi di Depan SMP N 6 Sragen di mana satu unit mobil terperosok ke got akibat sopirnya baru belajar menyetir.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.