Mahasiswa UNS Bikin Sabun Kertas, Inovasi Saat Pandemi

Sabun kertas ciptaan mahasiswa UNS ini menawarkan kepraktisan membersihkan tangan, terlebih di masa pandemi Covid-19.

 PEP (Practical Education Paper) Soap. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - PEP (Practical Education Paper) Soap. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menciptakan sabun kertas dari bahan alami. Sabun ini menawarkan kepraktisan membersihkan tangan, terlebih di masa pandemi Covid-19 di mana masyarakat dianjurkan agar sering-sering mencuci tangan.

Mahasiswa UNS itu adalah Letisia Nur Safitriyani, Fitria Nur Hidayah, dan Inez Damayanti yang semuanya berasal dari Program Studi (Prodi) Agribisnis, serta Ulfa Nida Arfianti asal dari Prodi Pendidikan Kimia dan Elvina Emalia asal Prodi Agroteknologi. Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PMK-K) Fakultas Pertanian (FP) UNS.

Letisia yang juga ketua tim mengatakan bahwa konsep sabun kertas ini sengaja diciptakan sebagai solusi atas permasalahan di masa pandemi Covid-19. Selain itu, sabun kertas dapat menjadi media adaptasi era kenormalan baru.

Baca juga: Mahasiswa FP UNS Bikin MEWARNA, Masker Kain Ecoprint Warna Alam

“Sabun ini praktis dibawa ke mana-mana jika dibandingkan dengan sabun padat dan sabun cair,” ujar Letisia beberapa waktu lalu. Dengan sabun kertas ini masyarakat bisa mencuci tangan di mana saja tanpa harus repot membawa sabun padat atau sabun cair.

Tim yang dibimbing Erlyna Wida Riptanti ini menamai produk mereka PEP (Practical Education Paper) Soap. Selain praktis, PEP Soap dibuat dari bahan alami yang aman bagi kesehatan kulit. Bahan alami tersebut di antaranya mengkudu, jeruk purut, dan, daun sirih.

Mengkudu mengandung alkaloid dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Jeruk purut mengandung minyak atsiri yang dapat menghasilkan aroma wangi. Minyak atsiri juga memiliki kandungan pinene dan sitronelal yang bermanfaat sebagai antibakteri. Sedangkan sirih berfungsi sebagai antiseptik alami.

Baca juga: Perjuangkan Nasib Petani, Mahasiswa Soloraya Unjuk Rasa di Ngarsopuro Solo

Pemasaran Sabun Kertas

Sementara itu, kemasan PEP Soap disertai QR code yang dapat dipindai untuk menghubungkan pengguna dengan blog yang berisi informasi terkait Covid-19. “Tujuannya supaya pengguna PEP Soap bisa memperoleh informasi yang valid dan terhindar dari hoaks,” imbuhnya.

PEP Soap telah dipasarkan sejak Juli 2021 secara offline dan online melalui Instagram, Shopee dan WhatsApp. Sementara pemasaran offline dilakukan melalui layanan cash on delivery (COD) dan sistem konsinyasi atau penitipan barang.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Kehebohan Beragama Belum Menjadi Jalan Kebudayaan

Kehebohan beragama belum menjadi jalan pembebasan menuju kerja bersama seluruh elemen bangsa mewujudkan peradaban dan kehidupan yang lebih baik di semua aspek kehidupan.

10 Berita Terpopuler : Kera Serbu Rumah - Resepsi Boleh Ada Penyanyi

Serangan kera liar di permukiman warga Kebakkramat hingga aturan resepsi pernikahan di Solo masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Cakupan Vaksinasi Tinggi, Inggris Masih Diamuk Corona

Amukan corona di negara ini memicu kekhawatiran terlebih Inggris menjadi salah satu negara yang cakupan vaksinasinya sudah termasuk tinggi.

Solo Gencarkan Digitalisasi Sistem Pendidikan Menuju Era Industri 4.0

Bidang pendidikan dituntut mengembangkan sistem pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya Jawa berbasis TI menuju smart education.

Al Firdaus, Sekolah International Baccalaureate Pertama di Jawa Tengah

Al Firdaus World Class Islamic School saat memutuskan bekerja sama dengan International Baccalaureate (IB), yayasan pendidikan internasional asal Jenewa, Swiss. Tahun ini Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun serta Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun di Al Firdaus resmi terotorisasi IB.

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu, Akan Jalani Sudhi Wadani

Putri Presiden Pertama RI, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, pindah ke agama Hindu dan akan menjalani proses Sudhi Wadani di Bali.

Lereng Gunung Batur Di Gianyar Bali Terbakar

Kebakaran hutan kembali terjadi di lereng Gunung Batur, Kintamani, kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (21/10/2021) sore.

Siap-Siap, Gerbong Mutasi Lanjutan Pejabat Sukoharjo

Saat ini, jabatan strategis yang masih kosong yakni Asisten II Setda Sukoharjo, Asisten III Setda Sukoharjo dan staf ahli bupati.

Sejarah Hari Ini : 23 Oktober 2011, Simoncelli Kecelakaan di Sepang

Berbagai peristiwa terjadi di dunia pada 23 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Miris! Operator Call Center Basarnas Tewas Dibegal

Seorang pegawai Basarnas menjadi korban begal di Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban meninggal dunia akibat dibacok kawanan begal.

Viktor Laiskodat Lulus Doktor UKSW, Angkat Disertasi Wisata NTT

Viktor Laiskodat membuat disertasi berangkat dari dari sebuah permasalahan mengapa masyarakat NTT masih miskin padahal wilayah itu kaya sumber daya alam.

Stok Vaksin Covid-19, Indonesia Kembali Terima Pfizer dan AstraZeneca

Selain menjaga ketersediaan, tambahan vaksin Covid-19 ini juga untuk mengejar target kekebalan kelompok hingga akhir 2021.

Dituding Aktor Utama, Amien Rais Ungkap Detik-Detik Gus Dur Lengser

Amien Rais menolak disebut sebagai aktor utama namun mengakui sebagai bagian dari lengsernya Gus Dur.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Raih Gelar Doktor dari UKSW Salatiga

Viktor meraih gelar Doktor Program Studi Pembangunan dari UKSW dengan nilai IPK 3,92.

Mega Korupsi Jiwa Sraya, 1.200 Aset Belum Laku!

PT Jiwasraya bahkan tercatat memiliki aset gedung di pengujung utara Indonesia, yakni di Pulau Sangihe yang berbatasan dengan Filipina.

Hari Dharma Karyadhika, Kemenkumham Beri Bingkisan Pasien Wisma Atlet

Kementerian Hukum dan HAM atau Kemenkumham menggelar bakti sosial guna memperingati Hari Dharma Karyadhika.