Mahasiswa UMS Bikin Robot Penyemprot Disinfektan, Begini Cara Kerjanya
Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendemonstrasikan robot penyemprot disinfektan di Kampus UMS Pabelan, Surakarta, Sukoharjo, Jumat (25/9/2020). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, SOLO -- Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta atau UMS membuat robot penyemprot disinfektan untuk ruangan. Robot ini bekerja secara otomatis dengan sensor-sensor yang terpasang.

Robot yang sempat ikut Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) 2020 ini didemonstrasikan di Kampus UMS Pabelan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jumat (25/9/2020).

Dalam demonstrasi itu, robot berdimensi 30 cm x 30 cm x 27 cm tersebut berhasil memasuki arena mini dan menyemprotkan cairan disinfektan ke ruangan dalam arena.

Cawabup Sukoharjo Wiwaha Aji Santosa Punya Harta Rp46 Juta, Tanah Dan Bangunan Nol

Ketua tim mahasiswa UMS pembuat robot tersebut, Bima Eka Prasetyana, menjelaskan robot ini sebenarnya didesain untuk lomba pemadaman api.

Namun, karena saat ini tengah masa pandemi Covid-19, panitia mengharuskan robot bisa juga untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke ruangan-ruangan.

Menurut mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik ini, robot digerakkan dengan 18 servo untuk kaki-kakinya. Ada juga tambahan dua servo untuk membuka-tutup katup penyemprot.

Siap-Siap! Pemprov Jateng Bakal Pindahkan SMAN 2 Solo Ke Pasar Kliwon

“Penggeraknya servo AX 18 unit. Satu kaki menggunakan tiga servo dan satu kaki ada tiga tekukan. Katup penyemprot pada robot ini juga pakai dua servo,” ujarnya mahasiswa UMS itu kepada wartawan.

Robot ini menggendong dua tabung CO2 (untuk pemadaman api) dan tempat tabung ini bisa diganti dengan tabung cairan disinfektan.

Untuk memandu jalan, robot ini dilengkapi sensor warna dan sensor ultrasonik untuk membaca dinding di sekitarnya.

Penasaran? Ini Harta Kekayaan Dan Utang Gibran Cawali Pilkada Solo

Sensor Temperatur

Sedangkan untuk pemadaman, robot ini dilengkapi sensor temperatur dan sensor bara. Bima menambahkan robot tersebut dipersenjatai baterai lipo berkapasitas 2.700 mAh.

Sementara itu, selain KRPAI, UMS juga mengikuti lomba Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dan robot tematik.

“Untuk KRPAI tahun lalu memang untuk pemadaman api. Tapi tahun ini untuk penyemprotan disinfektan. Yang KRSTI 2020 temanya Tari Enggang dari Dayak,” ujar dosen Fakultas Teknik yang juga Kabag Penalaran dan Kreativitas UMS tersebut.

Waspada! Ini 6 Komorbid Yang Menyertai Kasus Kematian Pasien Covid-19 Sukoharjo

Untuk KRSTI, ada tambahan keharusan robot memakai masker. Saat ini, mahasiswa UMS pembuat robot itu masih melakukan riset.

"Satu lagi robot tematik yang bersifat desain untuk membantu meminimalkan kontak fisik pasien Covid-19 dengan perawat," katanya.

Ia menambahkan robot-robot sudah lolos seleksi tahap I dan akan berlanjut ke tahapan-tahapan seleksi berikutnya. “Semoga karya-karya mahasiswa kami ini bisa berjaya pada lomba ini,” harapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom