Para mahasiswa pencipta jam tangan pintar untuk difabel. (Harianjogja.com-UII)

Harianjogja.com, SLEMAN--Tiga orang mahasiswa Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja menggagas jam pintar yang dapat membantu para tuna wicara berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar mereka.

Jam pintar yang sedang dalam tahap monitoring dan evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Dikti ini diberi nama Teg Watch (The Guider Watch). Alat ini diciptakan oleh Retno Gumilar, Haryo Prawahandaru, dan Mufti Sayid Muqaffi.

Jam pintar Teg Watch dapat membantu penyandang tuna wicara berkomunikasi dengan sekitarnya melalui penerjemahan bahasa isyarat. Penggunaan alat ini cukup mudah. Pengguna hanya perlu menekan tombol penerjemah dalam jam dan bahasa isyarat akan otomatis menjadi suara lewat jam ini.

“Bagi tuna wicara hanya perlu menekan satu tombol saja dan bahasa isyarat akan segera dapat dipahami oleh orang di sekitar lewat penerjemahan ke suara," ucap Retno Gumilar, Jumat (24/8/2018).

Hal yang mendorong ketiga mahasiswa tersebut menciptakan jam pintar Teg Watch adalah keterbatasan pemahaman dari masyarakat umum terkait penggunaan bahasa isyarat. Sehingga, meskipun sudah ada bahasa isyarat, tuna wicara masih kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat kebanyakan.

Retno mengatakan alat yang mereka rancang merupakan jam yang sama pada umumnya, hanya saja ditambahkan beberapa sensor flex yang menempel pada jari-jari difabel tuna wicara. Sehingga ketika seorang tuna wicara berkomunikasi melalui bahasa isyarat, sensor flex akan menerjemahkan bahasa isyarat menjadi suara.

Selain sebagai alat yang bisa mempermudah komunikasi, jam pintar juga bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal, yang semakin berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Kejahatan dapat menyasar siapa pun korbannya, termasuk orang dengan kebutuhan khusus (difabel) yang juga dapat menjadi objek bagi pelaku tindak kejahatan.

Guna mengurangi tindak kriminal pada kaum difabel terlebih tuna wicara, alat ini dirasa dapat menjadi salah satu solusi. “Inovasi jam ini menjadi sebuah alat yang inovatif dan praktis untuk mengatasi permasalahan komunikasi antara tuna wicara dengan orang di sekitar serta dapat menghindarkan diri mereka dari tindak kejahatan,” ujar Retno.

Retno mengutarakan inovasi yang mereka kembangkan memasuki tahap pembuatan aplikasi Teg Watch pada platform Android dan pengoptimalan module GPS untuk mengetahui lokasi terkini pengguna. "Kami berharap inovasi ini bisa dinikmati seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum difabel."


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten