Ilustrasi (Istimewa)

Mahasiswa UII meninggal dunia diduga menjadi korban kekerasan.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Polres Karanganyar menerjunkan tim khusus untuk memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan penganiayaan sehingga menyebabkan kematian mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), Syaits Asyam, 19, meninggal pada Sabtu (21/1/2017).

Sedikitnya 11 saksi diperiksa tim Polres Karanganyar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tim khusus dari Polres Karanganyar berangkat ke DIY Selasa (24/1/2017) pagi.

Polres Karanganyar menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Syaits berdasarkan laporan keluarga korban ke Mapolres pada Minggu (22/1/2017) pagi. Keluarga korban menemukan tanda-tanda diduga hasil kekerasan di beberapa bagian tubuh korban.

"Polres bentuk timsus menyelidiki kasus yang menyebabkan tiga mahasiswa UII meninggal. Kami mendalami penyebab kematian. Sudah olah tempat kejadian perkara di lokasi diksar dan posko. Hari ini [Selasa] lanjut periksa saksi. Sebanyak 11 saksi diperiksa secara maraton hari ini," kata Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, saat ditemui wartawan seusai membuka kegiatan di Gedung PGRI Kabupaten Karanganyar, Selasa.

Sebanyak 11 orang saksi yang diperiksa itu adalah teman-teman korban yang mengikuti diksar. Selain itu, Ade menjelaskan Polres melayangkan surat permintaan visum et repertum (VER) luka, VER mayat, dan autopsi ke RSUP Sardjito. Hasil pemeriksaan itu akan menentukan penyebab kematian.

"Hasil autopsi itu wewenang ahli. Sementara masih kami dalami. Tunggu hasilnya. Sardjito akan koordinasi dengan Bethesda, tempat korban dirawat. Kan harus ada data yang disinkronkan," tutur dia. (baca: Asyam Disuruh Membawa Air dengan Ember Digantung di Leher)

Orang nomor satu di Polres itu juga menyampaikan sudah menyita sejumlah barang bukti, yaitu barang milik korban yang digunakan dan dibawa selama diksar.

Diberitakan, Syaits meninggal setelah mengikuti acara pendidikan dasar (Diksar) The Great Camping XXXVII mahasiswa pecinta alam Universitas Islam Indonesia (Mapala Unisi). Diksar dilaksanakan di lokasi camping mrutu di Dukuh Tlogodringo, Desa Gondosuli, Tawangmangu pada Sabtu-Minggu (14-22/1/2017).

Syaits meninggal setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada Sabtu lalu. Sebelumnya, satu peserta diksar, Muhammad Fadhli, 20, meninggal saat dibawa ke Puskesmas Tawangmangu pada Jumat (20/1/2017). (baca: Satu Lagi Peserta Diksar Meninggal, Kondisi Korban Penuh Luka hingga Kuku Lepas)

Fadhli meninggal diduga karena hipotermia. Puskesmas Tawangmangu menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan berdasarkan pemeriksaan luar tubuh korban.

Satu lagi peserta diksar meninggal pada Senin (23/1/2017), Ilham Nur Padmy. Ilham meninggal setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Total tiga peserta diksar meninggal sejak Jumat-Senin.

kapolres mengimbau semua pihak yang mengetahui kejadian saat diksar maupun lainnya dapat melapor ke Polres Karanganyar.

"Tidak perlu takut. Kami lindungi semua pemberi informasi. Saya optimistis bisa mengungkap. Sudah ada jalan, cukup cermat saja mengerjakan kasus ini," kata Kapolres.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten