Dua tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian mahasiswa UII, Angga Septiawan (kiri) dan M. Wahyudi (kedua kiri) menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter Polres Karanganyar pada Kamis (2/2/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)

Mahasiswa UII meninggal, 2 tersangka mengakui ada kekerasan saat diksar di Tawangmangu.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dua tersangka kasus dugaan penganiayaan, Angga Septiawan, dan M. Wahyudi, mengakui terjadi kekerasan selama Diksar TGC XXXVII Mapala Unisi di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu.

Mereka juga mengakui korban meninggal mengalami kekerasan selama diksar. Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, menyampaikan hal itu saat ditemui wartawan di Polres Karanganyar, Kamis (2/2/2017). Orang nomor satu di Polres itu juga menyampaikan kemungkinan penetapan tersangka baru tergantung hasil analisis dan evaluasi pemeriksaan saksi.

Polres Karanganyar sudah memeriksa 18 orang panitia Diksar TGC XXXVII Mapala Unisi pada Selasa (31/1/2017) hingga Rabu (1/2/2017) dan dua saksi dari dokter Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Dua dokter itu, dokter spesialis paru-paru Iswanto dan dokter spesialis penyakit dalam Sapto Priatmo.

Mereka merawat korban meninggal, Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmy Listia Adi, di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. "Hasil pemeriksaan saksi, peserta diksar, ahli, alat bukti surat pernyataan korban meninggal, termasuk pemeriksaan terhadap dua tersangka. Mereka [dua tersangka] secara gentleman mengakui tindak kekerasan terjadi selama diksar dan terhadap tiga korban meninggal. Pengembangan penyidikan terus dilakukan. Potensi tersangka lain dalam kasus yang terjadi [ada]," kata Ade.

Polres sedang melakukan analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan terhadap keterangan saksi.  Pemeriksaan 18 orang dari total 44 orang panitia diksar itu terkait job description masing-masing seksi, SOP, respons masing-masing seksi terkait peristiwa, dan lain-lain.

Tetapi, Kapolres belum berkenan memberikan keterangan tentang motif pelaku. "Masih kami dalami [motif pelaku]. Kami lihat apakah tindakan dilakukan sistemik atau orang per orang. Kalau dilakukan sistemik ya jelas ada tersangka baru. Kami mau lihat konstruksi kekerasan sampai sejauh mana. Anggota akan kembali menggeledah posko Mapala Unisi untuk mencari barang bukti tambahan," tutur dia.

Kapolres juga menyampaikan pendapat tentang keberadaan panitia diksar lain yang mungkin melihat kekerasan saat diksar. Kapolres menyampaikan masih mendalami keterlibatan anggota panitia lain, termasuk apakah ada proses pembiaran.

"[Kami selidiki] Sejauh mana peran masing-masing. Panitia mengatakan menanamkan kedisiplinan. Ada punishment sebatas pembinaan fisik seperti push up," ujar dia.

Tim dokter Poliklinik Polres Karanganyar telah memeriksa kesehatan dua tersangka. Dokter menyampaikan kondisi kesehatan Angga dan Yudi, sapaan akrab M. Wahyudi, sehat.

Tetapi, dokter tidak menutupi mereka sempat terserang batuk beberapa hari lalu. Dokter mengobati dengan memberikan obat batuk dan vitamin. Dokter memeriksa kesehatan mereka setiap hari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten