Mahasiswa ITNY Juara 1 di Geology Olimpic Day IV Unsyah Aceh
Mahasiswa Teknik Geologi ITNY (Institut Teknologi Nasional Yogyakarta) Moh Alfarijimeraih juara I dalam Geology Olimpic Day (Gold IV) di Universitas Syah Kuala (Unsyah) Aceh. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Sebuah prestasi membanggakan diraih mahasiswa Teknik Geologi ITNY (Institut Teknologi Nasional Yogyakarta) Moh Alfariji. Dia berhasil meraih juara I dalam Geology Olimpic Day (Gold IV) di Universitas Syah Kuala (Unsyah) Aceh.

Geology Olimpic Day (Gold IV) atau dikenal juga dengan sebutan Olimpiade Kebumian merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Unsyah.

Event Gold IV Unsyah Aceh diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya dari ITNY. Kegiatan ini diselenggarakan mulai 10 Desember 2020 hingga 12 Januari 2021.

Majukan Industri Alkes Tanah Air, ITNY Jalin Kerja Sama dengan PT MAK

Ada sejumlah kegiatan dalam Geology Olimpyc Day IV, seperti seminar nasional, photo competition, dan lomba artikel ilmiah kebumian. Gold IV Unsyah Aceh mengusung tema, “Potensi Hidrokarbon Indonesia Untuk Memenuhi Kebutuhan Minyak dan Gas di Indonesia”.

Moh Alfariji dan Agung Nugrogo sebelumnya juga pernah Berjaya di acara Brawijaya Event Of Competition and Exhibition For Geoscientist 2020 (BRAVO GEO). Kemudian mahasiswa teknik Geology angkatan 2017 menjadi wakil ITNY di ajang Geology Olimpic Day (Gold IV).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bumi Research (@bumi.research)

Produksi Migas Indonesia

Jika di BRAVO GEO 2020, Moh Alfariji meraih juara 3, di event Gold IV torehan prestasinya meningkat dengan meraih juara 1. Moh. Alfariji menuliskan artikel ilmiah yang berjudul “Kilas balik turunnya produksi migas sebagai semangat baru dalam memanfaatkan potensi migas secara maksimal”.

Adapun jawara dalam lomba artikel ilmiah kebumian Geology Olimpic Day (Gold), adalah Juara ! diraih ITNY, kemudian juara 2 dimenangi oleh Universitas Indonesia (UI). Sedang juara 3 adalah tim tuan rumah Universitas Syah Kuala Aceh.

Menurut Moh Alfariji, penurunan produksi migas di Indonesia selama dekade tekahir menjadi perhatian khusus. Hal ini mengingat Indonesia memiliki potensi migas yang besar. Oleh karena itu, kondisi ini menjadi suatu hal menarik untuk dikaji faktor dan penyebabnya selama ini.

“Kita perlu belajar dari kendala yang ada saat ini, karena kondisi ini diduga menciptakan iklim investasi yang tidak menarik bagi para investor. Dengan kajian ini diharapkan ada solusi dan strategi untuk meningkatkan produksi migas di Indonesia,” ujarnya dalam rilis ITNY yang diterima Solopos.com, Sabtu (16/1/2021).

Bikin Bangga, Mahasiswa ITNY Raih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom