Mahasiswa FP UNS Bikin MEWARNA, Masker Kain Ecoprint Warna Alam

Masker yang diberi merek MEWARNA ini mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan masker kain pada umumnya.

 Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Solo membuat MEWARNA, produk masker kain ecoprint dengan pewarna alam. (Istimewa/FP UNS)

SOLOPOS.COM - Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Solo membuat MEWARNA, produk masker kain ecoprint dengan pewarna alam. (Istimewa/FP UNS)

Solopos.com, SOLO—Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Solo membuat produk masker kain ecoprint dengan pewarna alam.

Masker yang diberi merek MEWARNA ini mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan masker kain pada umumnya. Kelebihan itu adalah bahan dasar kain katun yang terbuat dari serat alam, warna dan motif pada masker tercipta dari teknik ecoprint, dan produk yang terbatas duplikat motifnya atau limited edition.

Selain itu desain masker ecoprint itu tiga dimensi yang dibuat senyaman mungkin untuk semua kalangan pengguna masker, terutama untuk mereka yang berkacamata. Karet elastis yang diberi stopper membuat masker kain MEWARNA ini adjustable yang bisa diubah menjadi earloop maupun headloop.

Baca Juga: Manfaatkan Posisi Jenderal, Napoleon Bonaparte Diduga Bisa Aniaya M Kece di Rutan Bareskrim

Kemudian kemasan yang digunakan ramah lingkungan. Produk memiliki website mengenai ecoprint yang dapat diakses oleh pembeli dan masyarakat umum dan dipasarkan secara online.

Masker ini diharapkan dapat meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan masker medis dan pewarna kimia pada masker kain. Masker alam ini ramah lingkungan sehingga kelestarian lingkungan dapat terus terjaga.

“MEWARNA dibuat dari kain katun dan menggunakan pewarna alami ramah lingkungan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga tidak memiliki dampak negatif bagi lingkungan,” ujar Wendy Yoga Artananda, salah satu tim dari Program Studi Agribisnis, seperti dalam rilis kepada Solopos.com, Senin (21/9/2021).

Baca Juga: PSG Berang, Gaji Lionel Messi Rp501 Miliar Terbongkar

 

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Solo membuat MEWARNA, produk masker kain ecoprint dengan pewarna alam. (Istimewa/FP UNS)

Pencemaran Lingkungan

Masker kain alami ini lahir dari Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) Bidang Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Produk masker kain ecoprint dengan pewarna alam dibuat menyusul krisis kesehatan akibat penularan Covid-19 atau virus corona.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi atau penularan virus adalah dengan mewajibkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan berupa menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Seiring dengan berjalannya waktu, limbah medis terutama masker sekali pakai saat pandemi ini cenderung meningkat. Dampak limbah masker medis terhadap kesehatan terjadi karena terpapar dengan sampah yang infeksius, asap pembakaran sampah, dan bau yang ditimbulkan.

Baca Juga: Absen Bela Persija Jakarta, Ternyata Kapten Andritany Ardhiyasa Terserang DBD

Selain itu, penggunaan pewarna tekstil yang cenderung meningkat seiring penggunaan masker kain secara intensif dapat berdampak pada pencemaran lingkungan khususnya ekosistem sungai. Oleh karena itu, keberadaan masker kain merupakan solusi bagi pengurangan jumlah limbah medis tersebut.

Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi FP UNS, Dr. Agung Wibowo, mengatakan Progam Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan ini sebagai media untuk menumbuhkan wirausaha baru mahasiswa. Nantinya produk mahasiswa ini dikembangkan dengan program inkubator bisnis yang mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari UNS dan mitra bank untuk akses kredit lunak.

Baca Juga: 3 Petugas Jadi Tersangka Kebakaran LP Tangerang

 

Pemasaran

“Selain itu sejalan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, kegiatan tersebut nantinya juga sebagai salah satu indikator capaian MBKM, yakni meningkatnya jumlah lulusan yang menjadi wirausaha,” ujarnya.

Rencana pemasaran produk MEWARNA dilakukan melalui Instagram sebagai platform utama serta TikTok dan website sebagai platform pendukung. MEWARNA dapat dipesan dengan mengakses barcode yang tersedia pada kemasan atau melalui platform Instagram dan Shopee. Melalui analisis pada perusahaan sejenis, MEWARNA dikatakan layak dari sisi finansial.

Rancangan usaha pembuatan masker ecoprint ini dirintis oleh Annindhitya Pradhini Intan K. S. P. (Prodi Pengelolaan Hutan), Alvianto Putro Yuwono (Prodi Pengelolaan Hutan), Muhammad Fajrur Rifqi (Prodi Pengelolaan Hutan), Isnaeni Sri Wahyuti (Prodi Ilmu Tanah), Wendy Yoga Artananda (Prodi Agribisnis). Mereka di bawah bimbingan Rezky Lasekti Wicaksono, S. Hut., M. Sc.


Berita Terkait

Berita Terkini

Toloong...9 Anak Buah Kapal Hilang Ditelan Ombak Laut Bali

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) melakukan pencarian terhadap 9 orang ABK KM Liberty 1 yang hilang ditelan ombak,

Dicolek Soal Tarif PCR Rp96.000, Puan Justru Apreasiasi Jokowi

Puan mengingatkan tarif Rp300.000 masih akan membebani rakyat karena harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes PCR.

Begini Kronologi Polisi Kutalimbaru Cabuli Istri Tersangka Narkoba

Hadi mengaku saat ini Kapolsek beserta kanit serta enam penyidik Polsek Kutalimbaru telah dibebastugaskan.

Syarat PCR untuk Naik Pesawat Resmi Digugat ke PTUN

Joman menganggap Inmedagri yang dikeluarkan Tito Karnavian soal syarat PCR untuk naik pesawat melanggar Undang Undang Dasar (UUD).

Ini Gelar Sukmawati Soekarnoputri Setelah Menganut Agama Hindu

Putri Presiden Sukarno, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, resmi menjadi penganut agama Hindu setelah menjalani prosesi upacara Sudhi Wadani.

Sejarah Hari Ini: 27 Oktober 1928, Kongres Pemuda II Dihelat di Jakarta

Aneka peristiwa terjadi di dunia pada 27 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya terkait dimulainya Kongres Pemuda II di Jakarta.

5 Bocah Main Air di Sungai, 1 Hilang

Keceriaan lima bocah itu berubah menjadi malapetaka setelah terdengar suara teriakan minta tolong dari para korban.

Ustaz di Lampung Unggah Video Dibegal, Eh Ternyata Abal-Abal

Karena menyebut nama Lampung, video rekayasa pembegalan itu dianggap membikin resah.

Tarif PCR di India Murah Banget Rp160.000an, Ternyata Ini Sebabnya

Budi Gunadi menekankan pemerintah tidak akan memberikan subsidi harga tes PCR karena harganya sudah cukup murah dibandingkan negara lain.

Presiden Minta Kantin dan Tempat Parkir Diwaspadai, Ada Apa Ya?

Seiring dengan pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai, Presiden meminta kewaspadaan tinggi di kantin dan tempat parkir.

Babat Polisi Jahat, Kapolri: Saya Ingin Polri Dicintai Masyarakat

Kapolri ingin polisi menjadi kebanggaan dan dicintai masyarakat.

Lagi 1 Juta Dosis Vaksin Sinovac Diterima Pemerintah Indonesia

Indonesia saat ini adalah salah satu negara dengan capaian vaksinasi tertinggi di dunia dan tetap menjaga ketersediaan vaksin.

Sukmawati: Sukarno Pancasilais, Bebaskan Agama Anak-Anaknya

Sukarno merupakan sosok yang sangat Pancasilais, yang mengajarkan kebinekaan harus menjadi prinsip utama bagi warga negara Indonesia.

Misteri Meninggalnya Atlet Voli Wanita Afghanistan, Ini Fakta Terbaru

Para pemimpin perempuan Afghanistan juga mengklaim merasa terancam. Namun, kebangkitan Taliban dengan memegang kekuasaan juga telah menimbulkan misinformasi.

Angka Kematian Covid-19 Melonjak, Rusia Lakukan Lockdown Parsial

Rusia mencatat angka kematian Covid-19 tertinggi, di tengah lonjakan kasus baru yang memicu otoritas memberlakukan kembali langkah penguncian (lockdown) parsial.