Mahasiswa UMY (JIBI/Harian Jogja/Humas UMY)

Mahasiswa berprestasi berikut merupakan perwakilan dari UMY.

Solopos.com, BANTUL-Pendampingan edukasi jasa keuangan untuk kalangan difabel mengantarkan tiga mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menajdi juara III dalam Kompetisi Inklusi Keuangan (KOINKU) 2015, kategori Akademisi yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketiga mahasiswa tersebut antara lain M.Rizal Abdurrahman, Prasetyo Ardi N dan Ecky Imamul M. yang juga merupakan anggota dari kelompok mahasiswa Ekonomi di UMY, GESFID (Group of Economics Students for Future Indonesia Development).

Dalam KOINKU sendiri terdapat tiga kategori yakni Akademisi yang diperuntukkan mahasiswa D3, S1, S2 dan S3, kategori umum dan kategori Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). KOINKU sendiri berupa kompetisi call for paper yang dibuka sejak awal November untuk kemudian diseleksi oleh para juri dan dipilih 11 presenter dari seluruhan kategori. Kesebelas presenter kemudian diundang ke Jakarta untuk presentasi di gedung OJK.

“Dari sebelas presenter tersebut, 5 kelompok berasal dari kategori akademisi yang merupakan mahasiswa dari UI, ITS, UMY, UGM dan IPB. Dan UMY merupakan satu-satunya Universitas Swasta yang berhasil masuk di final,” jelas Prasetyo seperti rilis yang Harianjogja.com terima Kamis (30/12/2015).

Prasetyo mengungkapkan judul presentasi mereka ‘Saku Difabel’ merupakan kepanjangan dari Sahabat Inklusi Keuangan untuk kalangan Difabel. Selaku ketua kelompok, Rizal menambahkan bahwa Saku Difabel merupakan kegiatan pendampingan untuk kalangan difabel dan juga edukasi terkait jasa keuangan.

“Inklusi itu diperuntukkan bagi semua kalangan. Sedangkan kami melihat kalangan Difabel masih kurang diperhatikan oleh pemerintah terutama dalam hal edukasi jasa keuangan,” ungkap Rizal.
Mahasiswa angkatan 2013 tersebut menambahkan tidak adanya difabel akses yang tersedia dalam layanan dan produk keuangan menimbulkan keprihatinan dan butuh untuk lebih diperhatikan.

Presentasi tim GESFID ini juga menerangkan terkait adanya agen yang melakukan pendampingan dan edukasi untuk para kaum difabel. Agen tersebut dapat membantu kalangan difabel untuk mengenal lebih jauh produk dan layanan keuangan yang ada di Indonesia.

“Harapannya agen-agen tersebut dapat berkontribusi membantu dan juga berfungsi sebagai jembatan bagi para difabel,” terang Prasetyo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten