Magelang luncurkan 50 motif batik khas

MAGELANG: Pemerintah Kota Magelang meluncurkan 50 motif batik khas Kota Magelang. Motif yang menonjolkan ciri khas Kota Jasa itu rencananya akan dipatenkan. Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tidar Magelang Sisminarko mengungkapkan motif tersebut merupakan hasil kreasi 36 anggota KUB.

Mereka memulai menggali inspirasi sejak November 2009. “Ini bukan hal yang mudah,” ungkapnya, di sela peluncuran motif batik di Gedung Wanita Kota Magelang. Rabu (28/4). Ia mengatakan, para anggota KUB itu bukan perajin atau pembuat batik.

Mereka berasal dari berbagai profesi seperti seniman, guru, mahasiswa dan pelajar. Hingga mereka bisa menghasilkan 50 karya tersebut, sejumlah tahapan pembelajaran telah dilalui.

Bahkan untuk menentukan motif khas Kota Gethuk, para anggota KUB itu harus terlebih dulu mendalami batik di Magelang, Solo dan Jogja. Kami juga juga pernah ikut pelatihan batik di Bandung,” tambahnya.

Menurutnya, semangat be lajar dan membuat karya itu dilakukan karena selama ini batik yang ada di Kota Magelang berasal dari berbagai kota sehingga motifnya mengikuti tempat asalnya seperti Jogja, Solo dan Pekalongan.

Walhasil, Kota Magelang tidak memiliki batik khas kota itu. Walikota Magelang, Fahri yanto menamakan motif batik ini Batik Tidar Magelang. Dari 50 motif tersebut, 40 di antaranya menggambarkan kehidupan di kampung kampung yang ada di Kota Magelang, seperti Karanggading, Kebondalem, dan Kebonpolo.

Motif Kebonpolo misalnya, bergambar perkebunan dan buah pala. Adapun, 10 motif lainnya, menggambarkan berbagai benda khas dan identitas Kota Magelang sebagai kota militer yang menjadi lokasi pendirian akademi militer.

Berbagai motif melukiskan tentang letusan senjata api. Selain itu, juga bergambar Bukit Tidar dan menara air seperti yang ada di alun-alun kota. Fahriyanto mengungkapkan motif batik ini dalam waktu dekat akan didaftarkan ke Kementrian Hukum dan HAM untuk mendapatkan hak paten.

“Sementara ini kami masih akan memilih motif mana yang paling mewakili identitas Kota Magelang, baru akan diajukan untuk dimintakan hak paten,” ujarnya. Sejauh ini, ia menambahkan, motif tersebut belum akan dipromosikan ke luar kota. Caranya, dengan membuatnya sebagai seragam PNS Pemkot Magelang sendiri.(nia)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho