Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kedua dari kanan) mempraktikkan cara yang benar cuci tangan pakai sabun pada Deklarasi Setop BABS dan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di GOR Samapta, Sport Center Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (15/10/2019). (Antara-Humas Pemkot Magelang)

Solopos.com, MAGELANG — Kota Magelang di Jawa Tengah baru akan bebas kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) dua tahun mendatang. Perkiraan waktu itu sesuai dengan tekad Pemerintah Kota Magelang sendiri.

Pemkot Magelang, Selasa (15/10/2019), mendeklarasikan tekad daerah bebas BABS pada 2021 tersebut. Deklarasi itu dikemas dalam Gerakan Setop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defection Free (ODF).

"Tentu saja target tersebut bisa dicapai apabila ada komitmen pemerintah untuk mewujudkannya, masyarakat juga harus cerdas dan mulai membiasakan diri berperilaku bersih dan sehat," kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito pada deklarasi di GOR Samapta, Sport Center Kota Magelang, Jawa Tengah tersebut.

Ia mengatakan bahwa Indonesia menempati urutan ke-3 dunia sebagai negara dengan perilaku BABS. Memupus hal itu, Wali Kota Sigit Widyonindito dalam kesempatan mengajak masyarakat untuk tidak BABS dan menjadi pelopor terwujudnya Kota ODF.

"Magelang harus bisa 2021 jadi Kota ODF dan mewujudkan Magelang sehat," ucap dia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Budi Santoso menjelaskan saat ini sudah relatif sulit ditemui masyarakat Kota Magelang yang buang air di sungai. Namun, ujar dia dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang, masih cukup banyak ditemui saluran pembuangan toilet yang langsung diarahkan ke sungai.

Oleh sebab itu, pemkot terus berusaha mengatasi persoalan itu dengan membangun berbagai fasilitas, seperti toilet dan instalasi pengolahan air limbah (ipal) komunal. Data Pemkot Magelang 2010-2019, tercatat 187 SPALD-T (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat) dan SPALD-S (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat) sudah bangun di kota dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan itu, melalui beberapa program pendanaan.

Pihaknya juga gencar menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuat saluran pembuangan kakus langsung ke sungai. "Kami targetkan tahun 2020 seluruh masyarakat sudah mempunyai toilet yang terhubung dengan saluran pembuangan," kata dia.

Sebanyak tiga kelurahan melakukan deklarasi Setop BABS, yaitu Wates, Kramat Utara, dan Jurangombo Utara. Hingga saat ini masih terdapat 14 kelurahan yang belum mendeklarasikan diri sebagai kelurahan bebas BABS.

Deklarasi bebas BABS dan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia itu diikuti puluhan ibu-ibu PKK dan ratusan kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan anak-anak SD. Rangkaian kegiatan, antara lain senam bersama, lomba mawarnai oleh anak-anak, dan demonstrasi cuci tangan bersama pakai sabun oleh para peserta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten