Tutup Iklan
Mafindo Soal Kerawanan Pilkada 2020: Awas Hoaks & Kampanye Hitam!
Ilustrasi Cek Fakta (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO -- Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Anita Wahid, mengingatkan ancaman hoaks dan kampanye hitam yang menjadi potensi kerawanan Pilkada 2020.

Hoaks belakangan menjadi tren yang selalu terjadi saat pemilu. Hal itu disampaikan Anita saat menjadi pembicara dalam diskusi online yang digelar PWI Solo bertema Pilkada Serentak Jateng 2020 Aman dan Bergembira Tanpa Provokasi, Rabu (22/7/2020).

Tampil sebagai pembicara antara lain Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat, dan pengamat politik UNS Solo, Agus Riewanto.

Perempuan Karyawan Konter Gelapkan HP Hingga Rp40 Juta Sudah Belasan Tahun Bekerja di Singosaren Solo

Berdasarkan data yang dihimpun Mafindo, produksi hoaks cukup tinggi dan menjadi kerawanan yang harus diwaspadai setiap menjelang pelaksanaan pemilu termasuk Pilkada 2020.

Anita mencontohkan produksi hoaks yang mencapai 60 item per bulan menjelang Pilkada 2018. Bahkan pada April 2018, produksinya mencapai 101 informasi palsu dan selama oktober mencapai 111 informasi palsu.

“Hoaks ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Tapi saat ini seiring perkembangan teknologi digital, hoaks menjadi lebih mudah disebar. Bahkan jangkauannya menjadi lebih luas, prosesnya cepat dan biayanya murah. Konsepnya black campaigne,” ujar dia.

Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Seabrek Tantangan Yang Harus Dihadapi

Di Indonesia, Anita menambahkan hoaks menjelang  pemilu paling banyak muncul biasanya terkait isu agama, ras, dan ideologi. Anita menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak terkait penyelenggaraan Pilkada 2020 untuk membendung dan meminimalkan dampak kerawanan berupa hoaks ini.

Jangan Biarkan Berlarut-Larut

Secara khusus KPU dan Bawaslu memegang peranan penting dalam proses itu. Bila ditemukan indikasi hoaks mereka harus segera mengklarifikasi, jangan malah dibiarkan berlarut-larut di lapangan.

Anita menerangkan hoaks tidak bisa dipisahkan dari dunia politik modern saat ini. Dalam beberapa kasus, hoaks dinilai menjadi senjata ampuh untuk menyerang kompetitor politiknya.

Kabar Gembira! Beteng Trade Center Solo Boleh Buka Lagi Mulai Kamis 23 Juli

Sasaran hoaks di tatanan demokrasi adalah masyarakat yang mempunyai hak pilih dan menjadi penentu siapa yang menjadi pemimpin.

“Sebaran informasi palsu yang terus menerus akan membentuk cara pandang masyarakat hingga pada akhirnya menjadi rasa kebencian. Artinya proses itu tidak sehari dua hari, melainkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kita lihat bersama efek dari pertarungan Pemilu Presiden 2014 masih masih terasa hingga saat ini,” tambah dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho