MAFIA MIGAS : KPK Siap Usut Kasus Petral

MAFIA MIGAS : KPK Siap Usut Kasus Petral

SOLOPOS.COM - Johan Budi, mantan juru bicara KPK yang kini Jubir Kepresidenan. (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A.)

Mafia migas sering dikaitkan dengan Petral yang telah dibubarkan. KPK siap turun tangan.

Solopos.com, SEMARANG -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal turun tangan untuk menindaklanjuti temuan tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) yang mengindikasikan adanya mafia migas di PT Pertamina Energy Trading Limited atau Petral.

Plt. Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP, mengatakan lembaga anti-rasuah bisa menangani kasus dugaan penyimpangan uang negara apabila tim RTKM secara gamblang melaporkan kepada KPK. “Tergantung temuan timnya, disampaikan ke KPK atau enggak. Kalau iya, kami tindaklanjuti,” paparnya saat ditemui Bisnis/JIBI, disela-sela acara di Semarang, Rabu (20/5/2015).

Johan Budi menjelaskan sepanjang ada korupsi yang menyebabkan anak perusahaan Pertamina dibubarkan serta dilakukan oleh penyelenggara negara, maka KPK bisa menangani secara intensif. Hingga saat ini, paparnya, KPK belum menerima laporan resmi dari tim RTKM mengenai temuan adanya mafia dalam sengkarut industri minyak dan gas bumi tersebut.

“Parameternya itu saja. Tapi kan belum jelas, apakah ada korupsinya atau enggak. Belum tentu juga Petral dibubarkan itu ada korupsinya. Kita pelajari dulu temuannya,” terangnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Tim RTKM Faisal Basri mengungkapkan terdapat mantan orang Pertamina Energy Service (PES), anak perusahaan Petral yang sudah menginfiltrasi. Namun, pihaknya belum membuka secara rinci adanya mafia migas di Pertamina. Alasannya, data dan temuan tim akan disampaikan kepada penegak hukum.

Berita Terkait

Berita Terkini

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.

Zona Merah dan Oranye Dilarang Gelar Salat Id Berjemaah, Ini 12 Daerah Zona Merah di Indonesia

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan setiap kegiatan ibadah seperti salat tarawih, salat id, zakat, khutbah, dan iktikaf dilarang digelar di zona merah dan zona oranye.

Seorang TKW asal Bantul Meninggal di Taiwan, Disnakertrans Upayakan Pemulangan Jenazah

Disnakertrans Bantul berupaya memulangkan jenazah TKW yang meninggal di Taiwan.

2 Anak Terpapar Covid-19, Kasus Klaster Tarawih di Sambirejo Sragen Bertambah Menjadi 23 Orang

Dua orang anak di lingkungan klaster tarawih Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Walah, 3 Perusahaan Di Klaten Ketahuan Bayar THR Berdasar Gaji Tahun Lalu

Tiga perusahaan di Klaten disurati Disperinaker lantaran membayar tunjangan hari raya atau THR karyawannya berdasarkan UMK tahun lalu.

Vaksinasi Covid-19 di Kudus Baru Mencapai 41,1%

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kudus, hingga kini baru mencapai 52.273 sasaran atau 41,10 persen.