Madiun Kirim Alat Berat dan Tenaga Profesional ke Lokasi Erupsi Semeru

Pemkab Madiun mengirimkan satu unit alat berat, barang kebutuhan warga, 60 orang sukarelawan, dokter, dan perawat ke lokasi erupsi Gunung Semeru.

 Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro memberangkatkan rombongan sukarelawan dan bantuan yang dikirimkan ke korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Senin (6/12/2021). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

SOLOPOS.COM - Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro memberangkatkan rombongan sukarelawan dan bantuan yang dikirimkan ke korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Senin (6/12/2021). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengirimkan satu unit alat berat untuk membantu mengeruk material abu vulkanik erupsi Gunung Semeru.

PromosiPemungutan Suara Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024

Selain mengirimkan alat berat, Pemkab Madiun juga mengirimkan bantuan kebutuhan pangan dan perlengkapan bayi. Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, memberangkat bantuan tersebut dari halaman Pendapa Muda Graha, Senin (6/12/2021) sore.

Baca Juga : Bakul Tengkleng Ngepruk Harga Jadi Viral, PKL Solo Baru Khawatir

Seluruh bantuan tersebut dikirim ke Kabupaten Lumajang menggunakan belasan kendaraan. Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing itu menuturkan pengiriman alat berat bertujuan membantu proses evakuasi di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Kami kirim juga operator alat berat. Nanti di sana rencana tiga hari, tapi juga bisa lebih. Tergantung kebutuhan di sana,” kata dia.

Sebelum mengirim bantuan, lanjut Kaji Mbing, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait kebutuhan warga terdampak erupsi. Kaji Mbing mengklaim bantuan yang dikirim benar-benar dibutuhkan warga.

Baca Juga : Disekap, Mahasiswi Korban Pelecehan Dosen Diselamatkan Dosen Lain

“Kami kirimkan barang yang memang dibutuhkan. Seperti diapers, pembalut wanita, selimut, sabun mandi, obat-obatan, vitamin, dan lainnya,” ujarnya.

Selain mengirimkan bantuan berupa sarana prasarana dan alat berat, Pemkab Madiun juga mengirimkan 60 orang sukarelawan. Sukarelawan yang dikirimkan itu bakal membangun dapur umum darurat untuk menyediakan makanan bagi korban bencana.

“Kami juga mengirimkan satu orang dokter dan tiga orang perawat. Petugas yang dikirimkan ke sana semua profesional,” jelas Kaji Mbing.

Baca Juga : Ini Alasan Pria Pengangguran di Madiun Sering Dolan ke Gudang Ekspedisi

Dia menegaskan sukarelawan yang dikirimkan ke Lumajang diharapkan dapat membantu meringankan beban korban. Untuk itu, sukarelawan yang diberangkatkan ke Lumajang harus bisa bertahan hidup dan menjaga diri sendiri.

“Arahan dari BPBD Jawa Timur. Kami diarahkan ke Pronojiwo [salah satu lokasi terdampak yang cukup parah].”

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Karyawan Toko Gagalkan Aksi Komplotan Maling di Ponorogo, Ini Ceritanya

Karyawan Toko Top Mode Mlarak di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa berhasil menggagalkan pencurian pakaian yang dilakukan komplotan maling pada Rabu (26/1/2022).

Alas Ketonggo Ngawi, Gerbang Alam Gaib Gunung Lawu?

Kisah misteri tentang Alas Ketonggo di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang diyakini sebagai gerbang menuju alam gaib di Gunung Lawu.

2.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Madiun

Polres Madiun menggandeng pengusaha produk kecantikan asal Surabaya memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 dan bencana alam.

Destinasi Wisata Kayutangan di Malang Dibersihkan

Pemkot Malang menerjunkan ratusan personel kebersihan untuk membersihkan destinasi wisata koridor Kayutangan.

Pria Lansia Meninggal saat Mancing di Sungai Ponorogo

Seorang pria lanjut usia atau lansia ditemukan tak bernyawa saat mancing di Sungai Buntung, Kabupaten Kulonprogo.

Karakter Ekonomi Madiun Raya Lebih Tangguh Lawan Pandemi Covid-19

Pertumbuhan ekonomi wilayah Madiun Raya selama pandemi Covid-19 dikupas tuntas dalam acara Jagongan Madiun Raya yang digelar Solopos Media Group.

Bejat! Pura-Pura Ajak Meditasi, Guru Tari di Malang Cabuli 10 Anak

Seorang guru tari di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kekerasan seksual atau pencabulan terhadap 10 anak di bawah umur.

Pengakuan Sopir Truk Kontainer Pelaku Tabrak Lari di Tol Madiun

Sopir truk kontainer, pelaku tabrak lari di jalan tol Madiun yang menewaskan dua orang memberikan pengakuan yang mengejutkan.

Ini Ganjaran Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan 2 Orang di Tol Madiun

Sopir truk kontainer pelaku tabrak lari di jalan tol Madiun terancam pidana penjara sembilan tahun dan dicabut SIM-nya.

Kuliner Lethok, Berawal dari Inisiatif Warga Ngawi pada Masa Penjajahan

Kuliner lethok bermula dari kreativitas warga Ngawi yang memadukan babat sapi dengan tempe pada masa penjajahan.

Sopir Truk Kontainer Tabrak Lari 2 Orang di Tol Madiun Jadi Tersangka

Polres Madiun menetapkan sopir truk kontainer, Sukiman, 51, sebagai tersangka kasus tabrak lari di Jalan Tol Madiun-Surabaya Km 622.180 A, tepatnya di Saradan, Madiun, Jawa Timur, Selasa (25/1/2022).

Wow! 1.025 Bonsai Dipamerkan di Festival Bonsai Pujasera Madiun

Sebanyak 1.025 bonsai berbagai ukuran dipamerkan pada Festival Bonsai di Lapangan Pujasera, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mulai Sabtu hingga Kamis (22-27/1/2022).

Gubernur Ganjar Ngobrol Bareng Wali Kota Madiun, Kira-Kira Bahas Apa?

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, blak-blakan menyampaikan ketertarikan terhadap program pengembangan UMKM di Madiun saat ngobrol bareng Wali Kota Madiun, Maidi.

Harga Minyak Goreng di Pasar Madiun Belum Rp14.000, Ini Alasan Pedagang

Pedagang minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Madiun masih enggan menjual minyak goreng satu harga sesuai ketetapan pemerintah, Rp14.000 per liter.

Penasaran? Kira-Kira Ada Apa di Alun-Alun Ngawi Terbesar se-Jawa Timur

Alun-alun Ngawi yang menjadi alun-alun terbesar se-Jawa Timur memiliki sejumlah daya tarik sehingga menjadi destinasi favorit pelancong.