Madagaskar Jualan Minuman Herbal Obat Covid-19
Obat herbal Covid-19 yang dijual Madagaskar. (Istimewa)

Solopos.com, ANTANANARIVO - Pemerintah Madagaskar meluncurkan minuman herbal yang diklaim mampu menjadi obat virus corona Covid-19. Minuman ini bahkan sudah diekspor di negara-negara lain di benua Afrika.

Riset di Singapura Prediksi Wabah Covid-19 Indonesia Berakhir Juni

Madagaskar, negara kepulauan Afrika telah mengumumkan tonik herbal mengatasi virus corona. Obat ini telah mengalami pengujian selama tiga pekan terhadap kurang dari 20 orang, kata Kepala Staf Presiden Madagaskar Lova Hasinirina Ranoromaro kepada BBC, Selasa (5/5/2020).

Langkah ini terbilang mengejutkan. Saat ini tidak ada obat yang terbukti secara ilmiah untuk virus corona, meskipun banyak negara dan korporasi di seluruh dunia berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan.

Ada Yang Dobel, Data Penerima Bansos Covid-19 Sukoharjo Diverifikasi Ulang

Dilansir Al Arabiya, Selasa (5/5/2020), negara-negara Afrika Timur, Tanzania dan Komoro akan mengimpor produk dari tanaman artemisia itu. Artemisia dikenal karena sifat anti-malaria dan memiliki beberapa zat pencegahan dan penyembuhan yang terpisah.

Pada hari Sabtu lalu, Madagaskar mengirimkan minuman itu ke Guinea-Bissau di Afrika Barat, dengan Presiden negara itu Umaro Sissoco Embalo di bandara untuk mengawasi kargo.

Kepala staf Embalo Califa Soares Cassama mengatakan kepada wartawan bahwa bagian dari pengiriman hari Sabtu akan diteruskan kepada 14 anggota Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS).

Gugus Tugas Covid-19 Klaten: 15 Pasien Positif Membaik, Tren PDP Turun

Obat Herbal Covid-19 Madagaskar

Guinea Ekuatorial menerima pengiriman dari Madagaskar Kamis lalu. Negara itu mengatakan akan mendistribusikan minuman kepada mereka yang terinfeksi di rumah sakit selama dua minggu.

Madagaskar mengklaim bahwa minuman itu mampu menyembuhkan pasien virus corona dalam waktu 10 hari. Presiden Andry Rajoelina mengklaim, dua orang telah disembuhkan melalui minuman itu seperti dikutip BBC.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa efek teh herbal belum diuji, dan tidak ada studi ilmiah yang dipublikasikan tentang minuman tersebut.

Social Distancing di Pasar Bunder Sragen: 365 Pedagang Ditata, 2 Jalur Ditutup

Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh BBC, WHO mendesak agar berhati-hati dan tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dengan obat apa pun. Meskipun alasannya adalah sebagai pencegahan atau penyembuhan untuk Covid-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, telah lebih jauh memperingatkan bahwa tidak ada jalan pintas untuk menemukan cara yang efektif untuk memerangi virus corona.

Madagaskar telah melaporkan 149 infeksi coronavirus, dengan 99 pemulihan sejauh ini.

Sumber: Okezone


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho