Kawasan simpang Joglo, Kadipiro Banjarsari Solo (Burhan A/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Mengatasi potensi kemacetan saat Kereta Api (KA) Bandara Adi Soemarmo beroperasi tidak dapat dilakukan dengan rekayasa lalu lintas saja di Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo. Pasalnya, ada KA Bandara akan melewati titik paling rawan macet di Solo tersebut 60 kali dalam sehari.

Padahal selain KA Bandara Adi Soemarmo, masih ada sejumlah KA lainnya yang melintasi Palang Jogjo Solo, yakni Joglosemarkerto yang melayani rute Solo-Semarang dan Joglosemarkerto rute Semarang-Solo. Selain itu, masih ada empat KA lainnya yang melayani rute Jakarta-Malang yaitu KA Matarmaja, KA Majapahit, KA Brantas, dan KA Bangunkarta. Keempat KA ini masing-masing melintasi Palang Joglo sebanyak 2 kali.

Artinya jika ditotal, Palang Joglo akan dilintasi KA hingga 70 kali dalam sehari. Jika diambil rata-rata, maka perlintasan rel paling sibuk di Solo itu akan dilewati KA setiap sekitar 21 menit.

Karena itu, sulit dibayangkan pengaturan lalu lintas di perlintasan rel dan jalan raya di Palang Joglo jika KA Bandara telah beroperasi. Selama ini jika ada kereta yang lewat, butuh waktu lebih dari 15 menit untuk mengurai kemacetan lalu lintas di simpang tujuh itu.

Bentrok Usai Demo Protes Gus Muwafiq, PCNU Solo: Malu! Mau Sampai Kapan?

Pembangunan jalan layang dinilai menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi kemacetan. Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo, menjelaskan, pengoperasian KA bandara Adi Soemarmo merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Rudy menilai rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan di Palang Pintu Joglo tidak dapat dilakukan.

Wajib Flyover

“Pengoperasian KA Bandara pastilah [lalu lintas menjadi macet]. Nek direkayasa ora iso [kalau dilakukan rekayasa lalu lintas enggak bisa]. Palang Joglo ya di situ. Mau direkayasa di mana? Enggak bisa. Salah satunya Palang Joglo dibuatkan flyover,” katanya kepada Solopos.com di SDN Cengklik, Nusukan, Banjarsari, Solo, Jumat (12/6/2019).

Rakornas, 2.500 Anggota Banser Berkumpul di Kartasura Sukoharjo

Menurut Rudy, tugas Pemerintah Kota (Pemkot) Solo hanya sebatas memindahkan utilitas. Dia menunggu pemerintah pusat melakukan pembangunan jalan layang yang harus dibarengi dengan sosialisasi.

“Pembangunan flyover dari pemerintah pusat. Enggak kuat kalau dengan APBD. Banyak nanti urusannya,” ujarnya.

Menurut Rudy, pembangunan flyover Joglo dalam tahap kajian. Ia dapat menjelaskan formula bangunan ketika sudah selesai dilakukan kajian rekayasa lalu lintas bersama pakar transportasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan KA Bandara Adi Soemarmo pada Jumat (20/12/2019). KA yang akan melewati tiga stasiu, yakni, Solo Balapan, Kadipiro, dan Bandara beroperasi sebanyak 60 kali pergi pulang (PP) dalam sehari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten