Macan Tamil akui Prabakharan tewas

KOLOMBO: Akhirnya, pemberontak Macan Tamil untuk pertama kalinya mengakui telah tewasnya pemimpin mereka, Velupillai Prabhakaran.

"Kami mengumumkan hari ini dengan sangat sedih dan berat hati bahwa pemimpin kami yang tak ada bandingannya, panglima tertinggi Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE), menjadi martir ketika memerangi pasukan pemerintah Sri Lanka," kata ketua hubungan internasional LTTE Selvarasa Pathmanathan dalam sebuah pernyataan, Minggu (24/5).

Selasa (19/5), Pathmanathan membantah berita kematian itu dengan mengatakan kepada situs pro-pemberontak Tamilnet bahwa Prabhakaran, pendiri dan pemimpin Macan Tamil, "selamat dan sehat", dan pernyataan itu membuat pemerintah segera menyiarkan rekaman gambar mayatnya.

Pernyataan LTTE Minggu kemarin mengatakan, Prabhakaran tewas pada 17 Mei, sehari sebelum pemerintah mengumumkan kematiannya. Sedangkan Militer mengumumkan Prabhakaran (54) ditembak Senin (18 Mei) ketika ia berusaha melarikan diri dari serangan pamungkas pasukan pemerintah dan mayatnya secara resmi diidentifikasi sehari kemudian.

Pemerintah Sri Lanka tidak mempublikasikan laporan hasil pemeriksaan mayat atau secara resmi mengkonfirmasi bagaimana atau kapan ia tewas. Pada Senin (18/5), pemerintah Sri Lanka hari mengumumkan berakhirnya konflik puluhan tahun dengan Macan Tamil setelah pasukan menumpas sisa-sisa kekuatan pemberontak tersebut dan membunuh Prabhakaran.

Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka. Lebih dari 70.000 orang tewas dalam konflik separatis panjang di Sri Lanka sejak 1972. (Antara/AFP)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom