Lurah Diinstruksikan Petakan Potensi Bencana Semarang
Petugas kecamatan membagikan nasi bungkus kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jateng, Rabu (5/12/2018). (Antara-Pemerintah Kecamatan Genuk)

Semarangpos.com, SEMARANG — Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta lurah dan camat di jajaran Pemerintah Kota Semarang untuk proaktif memonitor dan memetakan wilayahnya yang rawan bencana seiring datangnya musim penghujan.

"Kami instruksikan lurah dan camat langsung turun ke masyarakat dan memetakan wilayahnya yang rawan," serunya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/12/2018). Ia menyampaikan permintaan itu terkait terjadinya banjir akibat meluapnya Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), hingga pohon tumbang dalam sepekan terakhir, seiring derasnya hujan yang mengguyur.

Ita—sapaan akrab Hevearita—juga meminta lurah dan camat untuk mengajak masyarakat giat bekerja bakti membersihkan lingkungan, terutama dari sampah. Diingatkannya, tumpukan sampah di Jembatan Kaligawe Semarang yang membuat Sungai BKT meluap dan menggenangi sejumlah permukiman di Sawah Besar, Kaligawe, dan sekitarnya.

"Lurah dan camat yang ada di wilayah itu [Genuk] selalu monitor sungainya karena sampah yang menghambat aliran sungai seperti kemarin di Sungai BKT," katanya.

Berdasarkan laporan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, kata dia, ada tiga pasar yang berkontribusi memuati aliran air Sungai BKT dengan sampah. "Ada tiga pasar, yakni Pasar Peterongan, Mrican, dan Tandang. Makanya, kami minta masyarakat, termasuk pedagang untuk menjaga kebersihan sungai," katanya.

Diakuinya, ancaman bencana, seperti banjir, angin kencang, hingga tanah longsor memang berpotensi terjadi seiring dengan kondisi curah hujan pada musim hujan ini. "Kami sudah instruksikan seluruh dinas terkait bisa meminimalisasi dampak bencana. Tidak seperti kemarin. Karena cuaca yang tiba-tiba ekstrim menyebabkan bencana di berbagai wilayah," katanya.

Ia mencontohkan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang yang dimintanya untuk memotong pohon yang rawan tumbang, lapuk, atau sudah berusia tua. "Masyarakat juga bisa membantu melaporkan jika tahu pohon-pohon yang rawan tumbang agar segera ditebang. Kemarin, kan banyak pohon tumbang karena angin," kata Ita.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom