Tutup Iklan

Lukas Jayadi, Terdakwa Penembakan Mobil Bos Duniatex Divonis 10 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo memvonis Lukas Jayadi, 72, pelaku penembakan mobil Bos Duniatex selama 10 tahun penjara.

 Tersangka kasus penembakan Lukas Jayadi (tengah) digiring polisi saat rilis di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Tersangka kasus penembakan Lukas Jayadi (tengah) digiring polisi saat rilis di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo memvonis Lukas Jayadi, 72, pelaku penembakan Toyota Alphard, milik Bos Duniatex selama 10 tahun penjara. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 12 tahun penjara.

Vonis dibacakan oleh hakim ketua Sunggul Simanjuntak dan didampingi hakim anggota Heri Soemanto serta Hasanur Rachmansyah di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Rabu (4/8/2021) siang.

Majelis Hakim menilai terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan peristiwa penembakan ke Toyota Alphard berisi Bos Duniatex IN, 72, sopir IN, dan istri pelaku yang terjadi pada Desember 2020 lalu.

Baca juga: Bos Duniatex Klaim Beli Tanah Lukas Jayadi Rp16 Miliar Sebelum Dilelang

Kuasa Hukum IN, Syaifudin, kepada wartawan, mengaku menghomarti keputusan Majelis Hakim yang telah memvonis Lukas Jayadi selama 10 tahun penjara. Menurutnya, vonis itu tidak berbicara puas atau tidak puas melainkan hal itu merupakan keputusan Majelis Hakim yang harus dihormati.

“Hal yang memberatkan hukuman menurut hakim adalah terpenuhi unsur Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 tentang percobaan pembunuhan berencana. Seluruh unsur terpenuhi dari niat hingga terlaksana,” papar dia.

Ia menambahkan Majelis Hakim turut mempertimbangkan usia korban dan pelaku sebagai faktor memberatkan dan meringankan vonis itu.

Baca juga: Saingi Puan Maharani, Baliho AHY & Airlangga Hartarto Ikutan Mejeng di Klaten

Ia menambahkan pihaknya tengah menunggu pihak terdakwa mengambil langkah banding. Jika banding, pihaknya tinggal mengikuti.

“Kondisi korban IN sehat-sehat saja, dalam pandemi ini IN sangat menjaga kesehatan. Dulu juga dimintai keterangan ke PN, seluruhnya menguatkan unsur Pasal 340 KUHP,” imbuh dia.

Sementara itu, dalam sidang vonis pihak keluarga Lukas Jayadi mengikuti jalannya sidang. Saat dijumpai awak media, Ester putri Lukas Jayadi enggan berkomentar lebih jauh.

“Kami koordinasi dulu dengan penasihat hukum,” imbuh dia.

Baca juga: Protes PPKM Diperpanjang Dinar Candy Bakal Pakai Bikini, Serius?

Kronologi

Sebagai informasi, kasus penembakan bermula saat korban berinisial IN, 72, warga Tegal Harjo, Jebres Surakarta bersama sopir K, 42, berada mobil Toyota Alphard dari rumah menuju ke kawasan Jl. Slamet Riyadi untuk makan siang.

Pada saat melintas di depan Gereja Kepunton, korban tiba-tiba dihentikan oleh pelaku bersama istri yang mengajak ke sebuah gudang di Jalan Monginsidi, Gilingan, Banjarsari, Kecamatan Banjarsari. Lukas Jayadi merupakan adik ipar dari korban IN.

Baca juga: Ladiid’s Cake and Cookies, Passion Guru Bimbel Sukoharjo yang Jadi Pebisnis Kuliner

Saat di lokasi Lukas turun dari mobil dan menyuruh sopir membantu mengangkat barang, namun sopir enggan karena  melihat Lulas membawa senjata api di celananya.

Sopir langsung kabur hingga akhirnya pelaku menembaki mobil sebanyak delapan kali. Sopir lantas mengamankan diri di Mako Brimob Polda Jateng. Selang beberapa jam, pelaku Lukas Jayadi ditangkap polisi di salah satu pool bus saat hendak menuju Jakarta.

Berita Terkait

Berita Terkini

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Belasan lampu PJU bertenaga surya kini menerangi jalan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, bantuan dari Kementerian ESDM.

Pertandingan Pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Dijaga 350 Polisi

Pertandingan pembuka kejuaraan sepak bola Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Minggu sore, dijaga ratusan aparat kepolisian.

Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

Innalillahi, Warga Solo Meninggal Mendadak Saat Piknik di Karangpandan

Warga Sangkrah, Solo, meninggal dunia secara mendadak saat hendak makan sambil menikmati pemandangan di Karangpandan, Karanganyar.

Polisi Ungkap Cara Pengedaran Upal Boyolali, Dijual hingga Modus Klenik

Pengedaran upal oleh komplotan yang tertangkap di Mojosongo, Boyolali, dilakukan dengan beberapa cara salah satunya modus klenik.

Penganut Hindu Klaten Minta Bangunan Tol Solo-Jogja Tak Tutupi Yoni

Penganut Hindu di Klaten meminta agar bangunan tol Solo-Jogja tak berada tempat di atas atau menutup yoni di tengah sawah Keprabon.

4 Jam Api Membara, Puluhan Los-Kios Pasar Janglot Sragen Jadi Arang

Kebakaran yang berlangsung selama empat jam menghanguskan puluhan los dan kios di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Sragen.

Ada DPC PDIP di Jateng Dukung Ganjar, Ini Komentar Wawali Solo

Wawali Solo Teguh Prakoso yang juga Sekretaris DPC PDIP Solo menanggapi ihwal dukung mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Selain Bhre-Paundra, Sosok Ini Dinilai Layak Pimpin Mangkunegaran Solo

Selain Bhre dan Paundra yang merupakan putra Mangkunagoro IX, ada sosok lain yang dianggap layak memimpin Pura Mangkunegaran Solo.