Tutup Iklan
Romelu Lukaku (Reuters-Daniele Mascolo)

Solopos.com, CAGLIARI — Romelu Lukaku menjalani laga yang tak mudah saat melawat ke markas Cagliari di Sardegna Arena, Senin (2/9/2019) dini hari WIB. Hampir sepanjang pertandingan, striker anyar Inter Milan itu mendapat cemoohan rasial ketika sedang beraksi di lapangan. Sambutan negatif dari fans tuan rumah ini pun memicu kritik dari penggawa serta pelatih Inter, Antonio Conte.

Dilansir Football Italia, pendukung Cagliari kerap meniru suara salah satu hewan ketika Lukaku membawa bola. Serangan rasial kian menjadi-jadi saat mantan striker Manchester United itu mengambil penalti di menit ke-72 menyusul pelanggaran Fabio Pisacane atas Stefano Sensi di kotak terlarang.

Saat itu situasi sama kuat, 1-1, setelah Inter mampu unggul lebih dulu lewat Lautaro Martinez di menit ke-21 sebelum disamakan Joao Pedro menit ke-50. Namun dengan kepala dingin Lukaku membalas aksi rasial itu dengan gol kemenangan. Eksekusi Lukaku gagal ditepis Robin Olsen yang membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk Inter.

Gol kedua Lukaku dalam dua laga awal bersama Nerazzurri itu membuat tim kian mantap di puncak klasemen dengan enam angka. Selepas laga, Lukaku enggan menanggapi aksi rasial yang dilakukan fan Cagliari. Ia mengaku bahagia bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Inter.

“Ini pertandingan yang sulit. Kami harus berjuang keras tetapi itulah yang harus kami lakukan di setiap laga,” ujar Lukaku seperti dilansir Football Italia, Senin.

Lukaku bukan korban serangan rasial pertama dari pendukung Gli Isolani. Musim lalu pemain Juventus, Moise Kean juga mendapat perlakuan serupa. Kasus ini sempat jadi perhatian lantaran Massimiliano Allegri dan Leonardo Bonucci malah menyudutkan Kean atas serangan rasial tersebut.

Kean dianggap salah karena melakukan perayaan gol berlebihan. Blaise Matuidi dan Sulley Muntari juga pernah menjadi sasaran aksi rasial pada 2017. “Ada beberapa hal yang seharusnya tidak ada di sepak bola,” tukas bek Inter, Milan Skriniar, dilansir La Gazzetta dello Sport.

Pelatih Inter, Antonio Conte, menegaskan setiap tim harus memberikan edukasi dan respek lebih pada semua elemen yang bekerja di sepak bola. Dia mencontohkan sikap Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, yang melakukan protes karena terus dihina sepanjang laga saat melawan Juventus.

“Saya tak paham mengapa ini semua terjadi. Semua mendukung tim; mereka tak datang ke stadion untuk menghina orang. Fans fokus pada tim,” ujarnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten