Tutup Iklan

Luhut Tegaskan Belum Ada Kesepakatan BPJS Kesehatan dan Perusahaan China

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA — Perusahaan asuransi asal China Ping An dikabarkan menawarkan bantuan evaluasi sistem teknologi informasi kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun pemerintah menegaskan belum kerja sama yang disepakati antara Ping An dan BPJS Kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan tawaran tersebut muncul saat pertemuannya dengan salah satu pemimpin Ping An dalam sebuah acara bulan lalu. Saat itu, dia sedang berkunjung ke China pada bulan lalu.

“Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan telah sukses membantu efiensi bisnis mereka. Perusahaan publik ini memelopori menggunakan sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di China,” ujar Luhut melalui keterangan resmi, Minggu (25/8/2019).

Menurut Luhut, saat itu dia menyarankan agar pihak Ping An bertemu langsung dengan BPJS Kesehatan untuk membicarakan apa saja yang dapat diterapkan untuk mendorong efisiensi atau bahkan memperkecil defisit BPJS.

Dia juga menjelaskan bahwa BPJS tidak termasuk dalam lingkup bidang kerjanya. Akan tetapi, menurut Luhut, sebagai warga negara Indonesia dia berharap dari pertemuan tersebut Ping An dapat memberikan masukan.

“Jadi yang terjadi saat ini baru pembicaraan dan saran dari mereka, tidak ada satupun keputusan yang dibuat. Dan kalaupun BPJS tertarik untuk melaksanakan saran mereka atau bekerja sama dengan mereka, keputusannya ada di tangan BPJS. Menko [Pembangunan Manusia dan Kebudayaan] Puan Maharani pun sudah mendapat laporannya,” ujar Luhut.

Pada Jumat (23/8/2019), Luhut memanggil Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris ke kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

“Kemarin presiden meminta BPJS itu mungkin perlu melakukan perbaikan sistem mereka. Itu saja. Jadi kemarin itu Ping An menawarkan, mungkin mereka membantu evaluasi sistem IT-nya,” ujar Luhut usai pertemuan dengan direksi BPJS Kesehatan, Jumat (23/8).

Dia menjelaskan, pihak BPJS turut melihat bahwa terdapat beberapa kelemahan sistem TI yang perlu diperbaiki. Di antaranya mengenai sinkronisasi data kepesertaan BPJS Kesehatan dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), imigrasi, dan kepolisian.

Sinkronisasi tersebut, menurutnya, dapat mendorong tingkat kepatuhan iuran peserta BPJS Kesehatan karena akan terdapat hukuman administratif bagi peserta yang menunggak.

“Misalnya kalau orang melakukan penunggakan pembayaran langsung kita hubungkan dengan [data] polisi, kemudian imigrasi, sehingga misalnya dia mau apply visa tidak bisa karena dia tidak bayar [menunggak iuran JKN]. Jadi mesti ada punishment buat yang menunggak,” ujar Luhut.

Selain itu, persoalan penyesuaian iuran pun turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Menurut Luhut, perlu ada penyesuaian besaran iuran dari peserta BPJS Kesehatan untuk membantu perbaikan kondisi keuangan badan tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Terungkap! Pabrik Pil Koplo di Yogya Sudah Beroperasi Sejak 2018

Aparat polisi menggerebek dua pabrik pembuatan obat-obatan psikotropika atau pil koplo yang telah beroperasi sejak 2018 di wilayah Yogyakarta.

3 Gedung Pemkab Karanganyar Ini Anti Oglangan, Kok Bisa?

Pelayanan listrik premium ini dinilai sangat dibutuhkan karena kelancaran pelayanan digital tergantung suplai energi listrik.

Beda Gejala Sesak Napas Covid-19 dan Asma, Wajib Tahu!

Tips kesehatan kali ini membahas tentang perbedaan gejala sesak napas akibat Covid-19 dengan asma.

Aksi Tolak Pemecatan 56 Pegawai KPK, Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong

Pegawai KPK gagal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Eky Taufik Dedikasikan Gol untuk Suporter Persis Solo

Persis Solo berhasil mengalahkan AHHA PS Pati dua gol tanpa balas dalam laga pembuka Liga 2 di Stadion Manahan pada Minggu (29/9/2021) malam.

Bukti Persahabatan Jennie Blackpink dan Jung Ho Yeon Bintang Squid Game

Namun sebetulnya bukti persahabatan Jennie Blackpink dan Jung Ho Yeon sangat banyak.

Outlet Galeri 24 Kini Sudah Ada Ratusan, Cek Daftarnya di Sini!

Di bawah ini terdapat daftar lengkap outlet tempat investasi emas, Galeri 24 yang telah mencapai 105 cabang.

Ampuhkah Masker Kain Adang Varian Delta? Begini Penjelasan Pakar

Standar utama masker medis adalah N95, namun masih banyak masyarakat memakai masker kain untuk adang penularan varian Delta.

2 Pabrik Pil Koplo di Yogya Digerebek, Produksi 2 Juta Pil Per Hari

Aparat kepolisian mengungkap kasus peredaran pil koplo di Yogyakarta, di mana terdapat dua pabrik yang memproduksi dengan kapasitas 2 juta pil per hari.

Sebelum Membakar, Pria Sragen Hantam Kaca Mobil Tetangga Pakai Cangkul

Rangkaian peristiwa sebelumnya, tersangka sakit hati karena pernah dipinjami kendaraan bermotor rusak sehingga hal itu dianggap tersangka sebagai penghinaan.

5 Pasar Tradisional di Sragen Terbakar dalam 10 Tahun, Ini Daftarnya!

Para pedagang dan pengelola pasar lainnya diimbau berhati-hati agar tidak terjadi musibah serupa. Empat kejadian kebakaran lainnya terjadi di tiga pasar dengan penyebabnya korsleting.

Peringati Hari Batik, Ibu-Ibu Kenalkan Penutup Kepala Berbagai Daerah

Merawat keberagaman budaya warisan leluhur khususnya penutup kepala

Nama Jennie Blackpink Muncul di Akhir Kredit Squid Game, Kok Bisa?

Meski tak ikut bermain, nama Jennie Blackpink muncul di kredit Squid Game.

Uji Petik Swab Antigen di Sekolah Bakal Digelar Rutin Setiap Bulan

Tes acak swab antigen kepada guru dan siswa bakal digelar rutin sekali dalam sebulan untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 dari penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Fix! Stadion Manahan Solo Bakal Jadi Venue Liga 1

PT. Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan Stadion Manahan bakal digunakan sebagai lokasi pertandingan Liga 1.

Saiful Arifin, Wabup Sekaligus Bos PSG Pati

Nama Wakil Bupati Pati tiba-tiba mencuat karena kobtribusinya dalam sepak bola nasional dengan mengakuisisi klub sepakbola Jawa Timur, PSG Gresik dan mengubahnya menjadi PSG Pati.