Pengunjung membakar daun jati kering pada titik semburan api dari perut bumi yang muncul di area tegalan Dukuh Banyurip, Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Kamis (5/9/2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Lubang api dari perut bumi yang muncul sejak 18 Agustus lalu di area tegalan Dukuh Banyurip, Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, kian hari kian bertambah lebar.

Semburan apinya tetap konstan. Pantauan Solopos.com di lokasi, Kamis (5/9/2019), semburan api dari perut bumi itu masih menjadi daya tarik warga.

Warga terus berdatangan untuk menyaksikan fenomena alam yang tergolong langka itu. Api itu keluar dari lubang berdiameter sekitar 25 cm. Bagian rongga lubang yang berupa tanah dan bebatuan berubah menjadi bara.

"Dulu lubang keluarnya api itu hanya segede pipa paralon kecil. Sekarang sudah bertambah lebar. Nyala apinya tetap besar seperti dulu. Namun, dulu berwarna kuning kemerahan, sekarang cenderung berwarna biru," jelas Mujiyono, 45, warga sekitar kala berbincang dengan Solopos.com di lokasi.

Meski secara geografis terletak di Desa Bonagung, titik semburan api dari perut bumi itu bisa dijangkau lewat Desa Kalikobok, tepatnya di Dusun Banyurip. Sejak semburan api itu muncul, sejumlah warga sekitar mendirikan lapak untuk menjual aneka dagangan seperti es, gendar pecel, cilok, gorengan dan lain-lain.

Saat ini terdapat lebih dari 10 pedagang yang membuka lapak. Mereka memanfaatkan keramaian pengunjung untuk mendulang rupiah.

"Biasanya saya berjualan di Pasar Desa Tanon. Karena jauh, sekarang saya buka di sini yang dekat rumah. Alhamdulillah, di sini saya malah bisa membawa dagangan lebih banyak," papar Pur Wakiyem, 60.

Bila api dari perut bumi itu terus menyala, rencananya warga mengemas menjadi paket wisata. "Kami berencana memasukkan fenomena alam itu dalam satu paket wisata dengan kolam renang yang kami kelola. Kami tentu akan melibatkan dua karangtaruna di Dukuh Banyurip Desa Bonagung dan Dukuh Banyurip Desa Kalikobok untuk mengelola objek wisata alam itu," jelas tokoh masyarakat Desa Bonagung, Suwarno.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten