Luas Banget! Parkiran Mewah WGM Wonogiri Bisa Tampung 700 Kendaraan

Area parkiran mewah di objek wisata WGM Wonogiri mampu menampung 200 unit mobil dan 500 unit kendaraan.

 Pekerja menyelesaikan pekerjaan tahap akhir proyek pembangunan tempat parkir dan pedestrian di kompleks Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Senin (9/11/2021). (Solopos.com/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Pekerja menyelesaikan pekerjaan tahap akhir proyek pembangunan tempat parkir dan pedestrian di kompleks Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Senin (9/11/2021). (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI Area parkiran dan pedestrian di sisi barat objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri dibangun super mewah. Area ini diperkirakan mampu menampung 200 unit mobil dan 500 unit sepeda motor.

Pembangunan tempat parkir berkonsep taman itu bukan termasuk paket pekerjaan revitalisasi Wisata WGM, tetapi menjadi bagian tak terpisahkan. Adapun biaya proyek pembangunan memakan anggaran senilai Rp10,9 miliar.

Baca juga: Parkiran Mewah WGM Wonogiri Punya View Pantai, Ciamik Lur!

Kepala UPTD Pengelolaan Wisata Wonogiri, Pardianto, kepada Solopos.com, Sabtu (27/11/2021), menyampaikan progres proyek pembangunan tempat parkir di kompleks Wisata WGM sudah 100 persen pada pekan lalu. Capaian itu lebih cepat dari jadwal.

Sesuai kontrak, batas akhir pekerjaan pada awal Desember mendatang. Pekerjaan fisik mulai September lalu. Anggaran bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Baca juga: Wisata WGM Wonogiri Dibuka dengan Wahana Seadanya     

Fasilitas Mewah

Parkiran mewah di WGM Wonogiri itu dibangun dengan konsep taman, sehingga bangunannya dilengkapi sejumlah fasilitas untuk mendukung keindahan.

Fasilitas itu, seperti teras pantai waduk. Saat air tampungan WGM mencapai ketinggian maksimal air akan mencapai lokasi, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana seperti di pantai.

“Lahan parkir berdiri di lahan seluas 1,5 hektare [ha]. Lahannya aset Balai Besar [Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo]. Pembangunannya saya pastikan tidak mengubah fungsi utama waduk. Balai Besar sebelumnya sudah memberi izin rekomtek [rekomendasi teknis],” kata Pardianto.

Baca juga: Kabar Baik, 15.000 Sertifikat Tanah di Wonogiri Segera Diserahkan

Pembangunan parkiran mewah ini sebelumnya sudah disesuaikan dengan rencana induk atau master plan revitalisasi Wisata WGM Wonogiri. Bahkan, konsultan menjadikannya sebagai kantong parkir utama jika wisata baru hasil revitalisasi sudah jadi. Tempat parkir ke depan harus steril dari aktivitas niaga. Tempat berjualan berada di lokasi tersendiri.

“Bisa dikatakan tempat parkir ini adalah fasilitas pertama yang dibangun. Proyek fisik revitalisasi Wisata Waduk dimulai kapan, kami belum tahu secara pasti. Kami masih menunggu informasi resminya,” ujar Pardianto.

Berita Terkait

Espos Plus

Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

+ PLUS Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi membentuk kubah lava yang salah satunya di bagian barat daya dengan volume mencapai 1.670.000 m3. dan pada bagian tengah mencapai 3.007.000 m3.

Berita Terkini

Atasi Kekeringan Sekitar WKO Sragen, Komunitas Gelar Aksi Tanam Pohon

Butuh upaya kolaborasi penanaman pohon untuk mengatasi kekeringan pada musim kemarau di sekitar sumber air di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen.

Gerdu Wonogiri Longsor, Warga Langsung Gelar Kerja Bakti

Kerja bakti dilakukan oleh warga di lingkungan Gerdu serta petugas dari BPBD Kabupaten Wonogiri dan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri.

+ PLUS Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi membentuk kubah lava yang salah satunya di bagian barat daya dengan volume mencapai 1.670.000 m3. dan pada bagian tengah mencapai 3.007.000 m3.

Mau Naik BRT Trans Jateng Solo-Sragen? Ini Daftar Lengkap 76 Haltenya

BRT Trans Jateng Solo-Sragen berjalan dari Terminal Tirtonadi Solo sampai Terminal Sumberlawang, Sragen, melewati 76 titik pemberhentian atau halte.

Wah, Bank Sampah RW 008 Purwosari Solo Kurangi 2 Ton Sampah per Bulan

Pengelolaan bank sampah di RW 008 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, mampu mengurangi volume sampah hingga dua ton dalam sebulan.

Ndayu Park Sragen Punya Atraksi Baru Lho, Keliling Naik Skuter Listrik

Pengunjung taman Ndayu Park Sragen kini bisa menikmati atraksi baru yakni keliling taman naik skuter listrik yang bisa disewa di lokasi.

Takut Bingung, Pedagang Pasar Legi Solo sampai Keluar Jemput Pelanggan

Para pedagang Pasar Legi Solo sampai rela keluar menjemput pelanggan yang sudah janji mau datang karena takut si pelanggan bingung menemukan lokasi lapak mereka di bangunan baru.

Down For Life Dedikasikan Lagu Terbaru untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Down For Life (DFL) mempersembahkan lagu terbaru berjudul Children of Eden untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Ada Jembatan Gantung, Perekonomian Girpasang Terdongkrak

Sejak proyek pembangunan jembatan girpasang rampung, jumlah kunjungan wisatawan ke Girpasang naik drastis.

Kelar Direhab, 4 Stadion Pendamping Manahan Solo Dikelola Pihak Ketiga?

Empat lapangan dan stadion mini pendamping Stadion Manahan Solo yang sudah selesai direhab bakal diserahterimakan kepada Pemkot Solo.

Jembatan Girpasang Banjir Pengunjung, Gondola Penumpang Ikut Untung

Akses lain menuju ke Girpasang seperti gondola penumpang  pun turut kebanjiran pengunjung.

Agar Maksimal, Papi Sarimah Solo Harus Ditopang Bank Sampah di Tiap RW

Program paksa pilah sampah dari rumah atau Papi Sarimah di Solo dinilai akan maksimal kalau ditopang dengan bank sampah minimal satu di tiap RW.

Menikmati Sensasi Goyang-Goyang Melintasi Jembatan Gantung Girpasang

Jembatan gantung Girpasang membentang sejauh 120 meter di atas jurang sedalam 150 meter.

Jadi Pusat Budaya Jawa, Penataan Taman Balekambang Solo Segera Dilelang

Kementerian PUPR segera melelang proyek penataan Taman Balekambang Solo yang akan dijadikan pusat kebudayaan Jawa.

Sedih, 2 Tahun Pemkab Sukoharjo Tak Peroleh PAD dari Sektor Pariwisata

Pemkab Sukoharjo selama dua tahun terakhir tidak memperoleh pendapatan asli daerah atau PAD dari sektor pariwisata karena pandemi Covid-19.