Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) seusai diperiksa KPK di Jakarta, Selasa (4/7/2017). (Antara-Hafidz Mubarak A.)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan sekitar 13% dari 35 juta penduduk di Jawa Tengah percaya bahwa calon gubernur Jateng Ganjar Pranowo terlibat dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).</p><p>Sunarto Ciptoharjono, Direktur LSKP LSI Denny JA, mengatakan soal kasus e-KTP, 74.5% masyarakat mengetahui kasus ini. Namun, hanya 13.9% yang percaya Ganjar Pranowo terlibat. Sementara itu, 38.1% tidak yakin Ganjar telibat.&nbsp;</p><p>Hal tersebut merupakan hasil survei LSI terhadap 440 resonden, yang di<em>-sampling</em> mewakili masyarakat Jateng. "Sebanyak 13% responden percaya bahwa Ganjar terlibat dalam kasus korupsi KTP elektronik. Karena masyarakat saat ini cenderung lebih kritis dan paham mengenai permasalahan hukum yang melibatkan pemimpin daerah," ujar Sunarto, Kamis (21/6/2018).</p><p>Meskipun cukup banyak masyarakat Jateng yang percaya mengenai keterlibatan Ganjar Pranowo dalam kasus KTP elektronik, hal tidak mengurangi kepercayaan masyarakat dalam Pilgub Jateng 2018.</p><p>Menurut Sunarto, kasus e-KTP tidak akan berpengaruh signifikan dalam memecah suara masyarakat di Pilgub Jateng 2018. Sebab, kata dia, warga Jateng lebih banyak yang tidak peduli akan adanya kasus KTP elektronik tersebut.</p><p>"Meski ada 13% masyarakat Jateng yang mempercayai Ganjar terlibat kasus e KTP namun lebih dari 50% masyarakat tidak peduli adanya kasus itu," tegasnya.</p><p>Sementara itu, tingkat popularitas Ganjar Pranowo yang mencapai 96,6% dan Taj Yasin 56%. Sementara itu, Sudirman Said 63,9% dan Ida Fauziyah 49,8%. Sunarto menambahkan masyarakat juga puas dengan kinerja Ganjar yang mencapai 71,1% dan yang tidak puas hanya 21%.</p><p>Menurut Sunarto, keunggulan Ganjar juga dipengaruhi dukungan dari ormas-ormas Islam serta menguasai teritori pemilihan. "Di semua dapil, Ganjar-Yasin unggul, ini karena basis PDIP di Jawa Tengah. Meski begitu, ada juga daerah yang Sudirman-Ida menonjol, yakni di Brebes, Kabupaten Pekalongan, dan Kendal," ucapnya.&nbsp;</p><p>Menurut Sunarto, hampir mustahil bagi Sudirman-Ida mengejar ketertinggalan dari Ganjar-Yasin. Alasannya, waktu pencoblosan kurang dari satu pekan lagi. Dia pun memprediksi bahwa masa tenang setelah kampanye pilkada atau Pilgub Jateng 2018 akan menjadi masa yang paling tenang.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten