LSI Sebut Elektabilitasnya Tergerus, Prabowo: Denny JA Itu Apa Tuhan?
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno didampingi Amien Rais memberikan keterangan pers mengenai berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, di Jl Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10/2018). (Antara - Galih Pradipta)

Solopos.com, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mempertanyakan hasil survei yang dipublikasikan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny J.A. Hasil survei itu menyebut kasus hoaks Ratna Sarumpaet merugikan elektabilitas Prabowo-Sandiaga.

"Survei itu bagaimana? Siapa yang bayar?" kata Prabowo seusai acara Gerakan Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu (Gerakan Emas) di Stadion Klender, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Efek elektoral kasus dugaan hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet, menurut survei tersebut, adalah kenaikan sentimen positif bagi Jokowi dan kenaikan sentimen negatif bagi Prabowo-Sandiaga. Sebaliknya, pascamencuatnya kasus itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf melejit.

Sebanyak 25 persen responden dalam survei LSI itu menyatakan bahwa kasus hoaks itu membuat mereka lebih mendukung Jokowi. Sedangkan 17,9 persen responden lainnya menyatakan kasus itu membuat mereka lebih tidak mendukung Prabowo.

"Denny J.A. itu apa Tuhan, bukan kan? Di bidang pooling, santai-santai saja, saya juga bisa bikin survei," kata Prabowo menanggapi hasil survei itu.

Sebelumnya, Sandiaga Uno juga menyanggah elektabilitasnya turun. Sandi mengatakan bahwa saat ini hasil survei internal kubunya menyatakan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga terus mengejar pasangan Jokowi/Ma'ruf.

Dia enggan membanding-bandingkan hasil survei dan lebih percaya kepada survei internal. "Survei kami baru saja dirilis kepada tim karena survei kami internal dan tak pernah kami publikasikan. Hal ini bagian dari strategi, menunjukkan kami mengejar," kata Sandiaga, Selasa (23/10/2018).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom