Kades Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jarodi, menunjukkan LPj keuangan desa 2018 di Klaten, Senin (11/3/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Tudingan pengadaan tratak seng dan bolo pecah yang dinilai janggal di Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, dianggap sarat muatan politis.

Selain mengada-ada, tudingan yang diklaim segelintir orang itu sengaja dilakukan menjelang pemilihan kepala desa (pilkades) Babadan, Rabu (13/3/2019). Hal itu diungkapkan Kepala Desa (Kades) Babadan yang saat ini sedang cuti karena maju sebagai calon kepala desa (cakades), Jarodi, kepada Solopos.com, Senin (11/3/2019).

Selama memimpin Desa Babadan periode 2013-2019, laporan keuangan Desa Babadan dinilai selalu klir dan tak pernah bermasalah, baik di internal atau pun eksternal desa. Bahkan, Desa Babadan di bawah kepemimpinnya pernah meraih penghargaan terbaik kedua di bidang tertib administrasi tingkat Kabupaten Klaten.

“Terus terang, tindakan segelintir orang dan anggota Badan Permusyawaratan Desa [BPD] ke Inspktorat Klaten dengan mempersoalkan laporan pengadaan tratak seng dan bolo pecah itu muatan politisnya sangat kental. Mereka ingin menjatuhkan nama saya menjelang pilkades. Padahal, apa yang dipersoalkan itu sudah klir semua dan tertuang dalam laporan pertaggungjawaban keuangan desa,” katanya.

Jarodi mengatakan pengadaan tratak seng di RT 003/RW 002 dan RT 006/RW 003 sudah tertuang dalam LPj keuangan desa 2018. Dalam pelaporan tersebut, laporan pengadaan tratak seng dilakukan secara detail.

Pengerjaan tratak seng itu dilakukan di kawasan Pedan. Saat ini, tratak seng yang masih berada di tukang las di Pedan segera diangkut ke Babadan.

“LPj itu sudah klir. Dari kecamatan atau pun inspektorat juga tak pernah mempersoalkan hal itu karena memang sudah klir. Bolo pecah sudah kami sampaikan ke warga bahwa bantuan itu tak dapat dibelikan bolo pecah. Sedangkan renovasi masjid di Krian sudah tidak ada masalah. Semuanya sudah beres, kok tiba-tiba dipersoalkan menjelang pilkades,” katanya.

Jarodi mengatakan saat ini kondisi Desa Babadan tetap kondusif. Sesuai rencana, Desa Babadan menyelenggarakan pilkades, Rabu (13/3/2019). Pilkades diikuti dua cakades, yakni Jarodi dan Abimanyu. Jumlah pemilih di Pilkades Babadan sekitar 1.300 orang.

“Lantaran sudah ada indikasi pencemaran nama baik, saya akan mengambil langkah hukum ke depannya. Tapi, saya fokus di pilkades terlebih dahulu," jelas Jarodi.

Sebagai cakades petahana, Jarodi mengaku sudah berbuat banyak di Babadan, seperti membangun sumur pompa di tujuh lokasi di setiap dusun. Petani di Babadan dapat memetik panen tiga kali dalam satu tahun. Sebelumnya, hanya memanen dua kali dalam satu tahun.

"Saya juga membangun talut. Terhadap BPD, saya berharap lebih aktif lagi ke depannya,” katanya.

Sebelumnya, warga Babadan, Kecamatan Karangdowo, mendatangi kantor Inspekorat Klaten, Jumat (8/3/2019). Kehadiran mereka guna mengecek sekaligus berkonsultasi tentang laporan keuangan desa Tahun Anggaran (TA) 2018 yang dinilai janggal.

Berbagai laporan keuangan desa yang dinilai janggal, di antaranya pengadaan tratak seng di RT 003/RW 002 dan RT 006/RW 003, Babadan, senilai Rp60 juta. Di samping itu, warga Babadan yang datang ke Inspektorat Klaten juga menyoroti janggalnya laporan keuangan tentang pengadaan bolo pecah senilai Rp10 juta dan pembangunan masjid di Krian.

“Ini perlu ditelusuri agar ada transparansi dalam hal pengelolaan keuangan desa. Sebagai anggota BPD baru [baru dilantik akhir tahun 2018], saya BPD selalu diajak berembuk,” kata salah satu anggota BPD Babadan, Edi Mulyono.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten