LOWONGAN CPNS 2015 : Inilah 4 Sektor yang Buka Penerimaan CPNS Tahun Ini

LOWONGAN CPNS 2015 : Inilah 4 Sektor yang Buka Penerimaan CPNS Tahun Ini

SOLOPOS.COM - Peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengerjakan soal dengan metode computer assisted test (CAT) di Graha Soloraya, Kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10/2014). Ujian yang berlansgung hingga Senin (27/10/2014) tersebut diikuti 10.656 peserta yang mendaftarkan diri untuk menjadi CPNS Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Solo. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)

Lowongan CPNS 2015 tahun ini hanya akan dibuka di empat sektor saja.

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah mengisyaratkan tetap membuka lowongan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2015 ini meski mulai menerapkan moratorium. Setidaknya ada empat sektor yang akan membuka perekrutan PNS.

Seperti diketahui Pemerintah dikabarkan tak akan membuka lowongan CPNS 2015 menyusul diberlakukannya moratorium. Moratorium berlaku agar jumlah PNS tak makin bertambah dari saat ini sekitar 4,5 juta PNS.

"?Intinya moratorium itu adalah jangan nambah pegawai, jangan memperbesar organisasi, dan lakukan pengurangan struktur? organisasi," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi ?dikutip Solopos.com dari Detik, Jumat (22/5/2015).
Meski ada moratorium penerimaan PNS tahun ini, pihaknya mengecualikan untuk sejumlah sektor?. Yuddy menyebut ada 4 sektor yang memungkinkan masih membuka perekrutan PNS di tahun ini.

"Kecuali untuk tenaga pendidikan, kesehatan, penegak hukum dan jabatan fungsional khusus seperti ahli planologi," katanya.

Yuddy mengatakan perekrutan dilakukan secara ketat dengan terlebih dahulu setiap daerah mengajukan desain kepegawaian ke kementeriannya. Dari proses tersebut Kementerian PAN RB akan menilai layak tidaknya penambahan jumlah PNS tersebut.

Tahun lalu, pemerintah membuka lowongan untuk 100.000 Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari jumlah tersebut, 60.000 akan direkrut sebagai Pegawai Negeri SIpil (PNS) dan sisanya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.