Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar (JIBI/Solopos/Antara/Ismar Patrizki)

Solopos.com, JAKARTA - Pemerintah mengaku bisa menghemat hingga Rp300 miliar untuk penerimaan CPNS 2014. Pasalnya, pendaftaran CPNS 2014 telah mengalami penyederhanaan.

Diberitakan solopos.com, Rabu (16/7/2014), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar menyatakan untuk penerimaan PNS tahun ini, tidak ada syarat mencantumkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), kartu kuning, dan surat keterangan sehat. Hal ini bertujuan untuk merampingkan prosedur penerimaan pegawai sehinga lebih simpel. (Baca Juga: LOWONGAN CPNS 2014: Tanpa SKCK dan Kartu Kuning, Syarat CPNS Tahun Ini Lebih Sederhana)

Dokumen-dokumen tersebut nantinya akan diminta setelah calon pegawai tersebut dinyatakan lulus berbagai ujian. “Jadi kami bilang enggak pakai SKCK nanti sudah tamat baru kami minta. Apalagi bikin online kami ubah cara berpikir. Sudah lulus baru kami cek. Polisi juga senanglah tidak capek-capek. Kami bilang gak usah kartu kuning juga begitu,” kata dia.

Belakangan Azwar Abubakar menyebut penyederhanaan ini dapat menghembat biaya Rp300 miliar. Azwar menyebut, penghematan Rp 300 miliar ini didapat karena pelamar CPNS tidak perlu membuat salinan (fotokopi) dari kedua dokumen itu.

"Aturan penghapusan itu bisa hemat Rp 300 miliar. Karena penghematan tidak perlu fotokopi," ujar Azwar seperti dikutip dari Detik, Rabu (20/8/2014).

Dia mengatakan, tiap tahun setidaknya ada 2 juta orang yang harus mengurus SKCK untuk keperluan melamar CPNS. "Jangan kita pikir dulu semua anak-anak kita jahat. Kalau sudah masuk semua, jumlah sekian, tinggal lapor ke polisi, ini SKCK-nya," jelas Azwar.

Jadi, SKCK akan diurus ketika pelamar sudah lolos tes CPNS. Lewat aturan baru ini, maka melamar CPNS akan lebih mudah seperti melamar pekerjaan di perusahaan swasta.

Pada kesempatan itu, Azwar juga mengomentari soal syarat TOEFL bahasan Inggris minimal untuk pelamar CPNS Kementerian Perdagangan. Menurutnya aturan ini bagus, namun TOEFL minimal standarnya paling tidak 500.

"Jangan 600 lah, kasihan anak-anak, karena anak-anak kita ada kelebihan yang lain. Kalau 550 itu sudah bisa ke luar negeri kok," ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten