SOLOPOS.COM - Ilustrasi tes CPNS (Dok/JIBI)

Solopos.com, SRAGEN — Meski hanya mendapat kuota yang tak sebanding dengan kebutuhan riil pegawai di Bumi Sukowati, Pemkab Sragen tetap mengupayakan untuk membuka lowongan CPNS 2014. Setidaknya, jatah kuota sebanyak 30 formasi CPNS mengurangi kebutuhan pegawai di Sragen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, menguraikan pihaknya tetap mengupayakan membuka rekrutmen CPNS tahun ini. Namun hingga kini pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut terkait rekrutmen CPNS di Sragen.

Promosi Kirana Plus, Asuransi Proteksi Jiwa Inovasi Layanan Terbaru BRI dan BRI Life

“Kami tetap menunggu informasi dari pemerintah pusat bisa menyelenggarakan kapan. Kami upayakan ada rekrutmen tahun ini,” jelas Tatag saat ditemui wartawan di Setda Sragen, Selasa (15/7/2014).

Ekspedisi Mudik 2024

Dia menguraikan pendaftaran CPNS 2014 lebih sederhana dibanding rekrutmen CPNS sebelumnya. Dijelaskannya, saat ini rekrutmen dilakukan melalui sistem computer assisted test (CAT) atau tes menggunakan komputer yang dilakukan secara online. Ditegaskannya, sistem tersebut langsung terhubung dengan pemerintah pusat. “Sistemnya juga lebih mudah. Tinggal memasukkan data melalui komputer,” katanya.

Sebelumnya, Tatag mengungkapkan pemkab masih kekurangan pegawai khususnya tenaga pendidik serta tenaga kesehatan. Dia menjelaskan setiap tahun setidaknya 500 PNS pensiun. Jika dihitung sejak moratorium berlaku sekitar 2008, total PNS berkurang akibat pensiun mencapai 2.500 pegawai.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen, Suwandi, berdasarkan informasi yang diperoleh, Sragen mendapat kuota sebanyak 30 lowongan CPNS. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kepastian pembukaan lowongan CPNS di Bumi Sukowati tahun ini.

“Kami masih menunggu kepastian dari Kemen PAN-RB. Jadi, belum bisa dipastikan akan membuka atau tidak,” jelas dia, Senin (14/7/2014).

Suwandi menjelaskan kebutuhan pegawai di Sragen cukup mendesak. Kebutuhan itu khususnya untuk tenaga kesehatan serta tenaga pendidik. Disinggung angka pasti kekurangan pegawai, Suwandi menyatakan pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail.

“Untuk kekurangan pegawai itu terjadi untuk guru dan tenaga kesehatan. Untuk tambahan guru menunggu tambahan dari rekrutmen tenaga honorer kategori 2 (K2),” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya