Jorge Lorenzo (Reuters-Susana Vera)

Solopos.com, SEPANG — Jorge Lorenzo kian diperhitungkan dalam perburuan gelar juara Moto GP 2019 menyusul kepindahannya ke Repsol Honda. Dengan menggeber motor yang sama dengan peraih gelar juara dunia musim lalu, Marc Marquez, Lorenzo diyakini mampu keluar dari masa kelam selama di Ducati.

Namun pembalap berjuluk X-Fuera itu justru merasa bukan penantang kuat Marquez dalam perburuan gelar musim ini. Hal tersebut tak lepas dari kondisinya yang belum optimal karena cedera patah tulang skafoid pada pergelangan tangannya. Kendati debut mengggeber Honda terbilang positif, rider Spanyol ityu merasa belum mampu memaksimalkan potensi RC213V.

“Saya selalu mengatakan bahwa di Moto GP segala sesuatu mungkin terjadi. Namun kami harus realistis dan memahami keterbatasan pada saat ini,” ujar Lorenzo seperti dilansir Motogp.com, Minggu (10/2/2019).

Lorenzo menilai rasa kurang percaya dirinya bukan karena performanya yang menurun, melainkan karena dia belum berpengalaman dengan motor Honda. Menurut dia, pengetahuan mengenai motor baru tak cukup hanya diraih dari sejumlah tes singkat.

Lorenzo mengaku tak kaget apabila dirinya masih sedikit kesulitan dalam seri pembuka di Qatar serta tiga balapan selanjutnya. “Juga mengenai cedera terakhir saya. Tentu tak mudah mengetahui motor dengan sempurna hanya dari tiga atau empat tes.”

Lorenzo menilai mantan rekan setimnya di Ducati, Andrea Dovizioso, masih menjadi penantang kuat bagi Marquez musim ini. Dia juga menganggap duo Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, sebagai ancaman besar bagi Baby Alien.

“Marc jelas favorit bersama Dovizioso. Valentino, yang selalu ada dan tahu motor sepenuhnya, serta Vinales. Saat ini tentunya saya bukan salah satu favorit,” ujar peraih tiga gelar juara dunia Moto GP itu. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten