Tutup Iklan

Lontong Tuyuhan Khas Rembang Penuh Makna

ada filosofi tersendiri dalam bentuk lontong segitiga yang digunakan sebagai sajian lontong tuyuhan tersebut.

 Lontong Tuyuhan khas Rembang (Sumber: Liputan6.com)

SOLOPOS.COM - Lontong Tuyuhan khas Rembang (Sumber: Liputan6.com)

Solopos.com, REMBANG — Salah satu makanan khas Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang sudah dikenal banyak orang adalah Lontong Tuyuhan. Disebut demikian karena pembuat dan penjual makanan ini dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur.

Dikutip dari Wikipedia, Rabu (27/10/2021), di Desa Tuyuhan tersebut, banyak berjejer para penjual lontong tuyuhan yang ada di tepi jalan dengan latar belakang pegunungan dan persawahan yang lebat dengan hamparan padi.

Para pendatang yang jajan bisa benar-benar merasakan lezatnya makanan tersebut sambil menikmati pemandangan alam dan semilirnya angin desa yang tidak banyak tercemar polusi kendaraan. Dengan suasana alam seperti itu, pengunjung merasa betah duduk di kursi panjang yang disediakan.

Baca Juga: Keren! Pemuda Jepara Ini Sulap Desa Terpencil Jadi Super Megah

Para pengunjung juga tidak perlu takut kepanasan karena semua penjual berada di bawah tenda. Lebih unik lagi, semua menggunakan angkring dari bambu dan penjalin yang dilengkapi lampu penerangan tradisional (teplok), terbuat dari batang pisang.

Dengan ciri khas tersebut, orang lebih mudah mengenaknya. Jenis makanan berbahan dasar lontong memang sudah dikenal secara umum, tetapi khusus lontong  tuyuhan ini memiliki kelebihan rasa. Sebab, menunya tidak sama dengan lontong yang dijual di tempat lain.

Sementara itu, dilansir dari Liputan6.com, bentuk lontong yang terbilang unik. Biasanya lontong berbentuk silinder, tetapi lontong legendaris ini bentuknya segitiga. Pembungkusnya sama seperti lontong pada umumnya, yakni memakai daun pisang. Hanya saja, lontong tuyuhan ukurannya lebih jumbo (besar).

Baca Juga: Demak Diprediksi Tenggelam, Selat Muria Bakal Muncul Lagi?

Hal itu diungkapkan oleh salah satu seorang penjual lontong tuyuham, Supardi yang sudah berjualan sejak 1981 di kuos Desa Tuyuhan, Menurutnya, kontong tuyuhan sudah ada sejak puluhan tahun lamanya. Supardi menyebut, dinamakan lontong tuyuhan karena lahir dan berkembang awalnya dari desa ini. Kata dia, cita rasa sayur opor lontong tuyuhan hingga sekarang digandrungi banyak orang.

Supardi mengatakan lontong digunakan sebagai pengganti nasi dalam penyajiannya. Terdapat potongan ayam kampung sebagai menu utama dan tempe rebus maupun jeroan yang menjadi pelengkap menu. Untuk minumannya, lanjut dia, lebih nikmat dengan es kelapa muda. Satu porsi lontong tuyuhan ini dihargai Rp13.000.

Menurut Supardi, ada filosofi tersendiri dalam bentuk lontong segitiga yang digunakan sebagai sajian lontong tuyuhan tersebut. Kata dia, bentuknya segitiga ini merupakan sebuah simbol.Bentuk segitiga pada lontong menggambarkan tiga prinsip yang harus dipegang, yaitu budayam agama dan pendidikan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Korban Meninggal Kecelakaan Karambol Salatiga Polisi Berpangkat Bripka

Satu korban yang meninggal akibat kecelakaan karambol di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Salatiga adalah polisi berpangkat Bripka.

Ditinggal Suami Merantau, Istri Main Serong dengan Oknum Polisi Pati

Seorang TKI asal Pati melaporkan oknum polisi dari Polsek Cluwak, Pati dengan tuduhan berselingkuh dengan istrinya sejak saat ia merantau ke Jepang.

Mbah Minto yang Tebas Pencuri Ikan Dituntut 2 Tahun Penjara

Pengacara Mbah Minto menilai tuntutan JPU tak mempertimbangkan hukum sebab akibat. Apalagi usia Mbah Minto sudah sepuh.

Tuntut UMK Naik 16%, Buruh Jateng Ancam Geruduk Istana Presiden

Massa dari Aliansi Buruh Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi unjuk rasa atau demo menuntut UMK Jateng 2022 naik 16%.

Pemkab Grobogan Ajukan Raperda Yang Berlaku 30 Tahun, Tentang Apa?

Pemerintah Kabupaten Grobogan mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang masa berlakunya 30 tahun ke DPRD Grobogan.

Hutan Pinus Sigrowong, Wisata Temanggung yang Bikin Hati Tenang

Hutan pinus Sigrowong di Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merupakan tempat wisata yang membuat hati dan pikiran tenang.

Diburu! Sopir Truk Tronton yang Picu Kecelakaan Karambol di Salatiga

Aparat Polres Salatiga saat ini tengah memburu sopir truk tronton yang menyebabkan kecelakaan karambol di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Salatiga.

Gas Pol, Baznas dan Korpri Banjarnegara Gelar Vaksinasi Sasar 700 Warga

Baznas sekaligus mendistribusikan bantuan sembako untuk masyarakat kurang mampu yang hadir. Bentuknya bahan makanan pokok seperti beras, minyak, dan gula.

Tanggul Sungai Jebol, Desa di Kudus Tergenang Banjir

Sejumlah desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Dawe akibat hujan lebat pada Selasa (30/11/2021) dini hari.

Penipuan Modus Gendam di Semarang Diungkap, Korban Rugi Rp3 Miliar

Aparat Ditreskrimum Polda Jateng menangkap tersangka sindikat penipuan dengan modus gendam yang menggasak uang korbannya di Semarang mencapai Rp3 miliar.

Legenda Syekh Subakir & Asale Gunung Tidar Pakunya Tanah Jawa

Asale Gunung Tidar yang disebut sebagai paku bumi di Tanah Jawa diyakini berkaitan dengan sosok ulama bernama Syakh Subakir.

Misteri Gunung Tidar: Pakunya Tanah Jawa

Gunung Tidar yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, diyakini sebagai paku bumi Tanah Jawa.

Jateng Belum Berniat Tutup Tempat Wisata saat Libur Nataru

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng belum berencana menutup destinasi wisata di wilayahnya saat libur akhir tahun atau Nataru nanti.

Dua Pekan Operasi Zebra Candi 2021, 605 Kecelakaan Terjadi di Jateng

Ditlantas Polda Jateng mencatat selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2022 terdapat 605 kejadian kecelakaan di Jateng, dengan jumlah korban meninggal mencapai 31 orang.

Kronologi Kecelakaan Karambol Salatiga yang Sebabkan 1 Polisi Meninggal

Kecelakaan maut berupa tabrakan karambol terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Senin (29/11/2021) malam.