Kategori: Nasional

Lonjakan 15 Kasus Baru Covid-19 di Klaten, Zona Hijau Tak Lagi Steril


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN -- Jumlah kasus baru positif Covid-19 di Klaten bertambah 15 orang sehingga jumlah kumulatif pasien Covid-19 melonjak menjadi 45 orang, hingga Kamis (18/6/2020) malam. Selain seorang pasien yang meninggal dunia, kasus baru Covid-19 juga menyasar kawasan zona hijau Klaten.

Berdasarkan informasi dari rilis Bupati Klaten selaku Gusgas PP Covid-19, Sri Mulyani, tambahan 15 pasien Covid-19 itu tersebar di 8 kecamatan. Jumlah kumulatif pasien Covid-19 di Klaten telah mencapai angka 45 orang.

Klaten Tambah 15 Kasus Baru Positif Covid-19, 1 Meninggal Dunia

Dari jumlah kasus baru Covid-19 di Klaten tersebut, 23 dirawat di rumah sakit (RS), sebanyak 21 orang telah sembuh, dan satu orang meninggal dunia. Di waktu sebelumnya, jumlah pasien positif Covid-19 berjumlah 30 orang, sebanyak 13 di antaranya dirawat di RS.

Tambahan 15 pasien positif Covid-19 itu terdiri dari tujuh orang di Kecamatan Bayat (laki-laki SP, 60; perempuan SK, 54; perempuan ST, 70; perempuan NH, 41; perempuan HAP, 10; laki-laki TWN, 17; perempuan SM, 38). Selanjutnya, dua orang dari Kecamatan Kebonarum (laki-laki RD, 75 dan laki-laki BA,33).

1 Bulan di RS, Kakek 69 Tahun di Grobogan Sembuh dari Covid-19

Berikutnya, kasus baru Covid-19 di Klaten itu masing-masing 1 orang dari Pedan (perempuan S, 54/meninggal dunia); dan Cawas (perempuan JPS, 76). Lalu dari Kecamatan Tulung (laki-laki S, 55); Karangnongko (laki-laki P, 62); Wedi (laki-laki, AGA, 30); dan Trucuk (laki-laki, WM, 72).

Ketujuh pasien asal Bayat diduga kontak erat dengan salah satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 klaster Semarang. Dari Cawas, JPS merupakan ibu rumah tangga (IRT) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, sejak 14 Juni 2020.

Kakak Bupati Sri Mulyani Dicopot dari Dirut PT Wika, Ini Nasib Proyek di Klaten

Tak Keluar Kota

Banyak di antara kasus-kasus baru Covid-19 ini sehari-hari beraktivitas di Klaten dan tak pergi keluar kota. Seorang pasien asal Karangnongko, P sehari-hari di rumah dan dirawat di RSST Klaten sejak 14 Juni 2020. Pasien asal Trucuk, WM, juga beraktivitas di rumahnya dan dirawat di RSST Klaten, 13 Juni 2020.

Sedangkan dua pasien asal Kebonarum, BA dikenal sebagai seorang anak buah kapal (ABK). Selain BA, terdapat RD yang dirawat di RSST Klaten. Sedangkan satu pasien positif Covid-19 asal Pedan, S, dikenal sebagai seorang pedagang. S dirawat di RSST Klaten sejak 12 Juni 2020.

Akhirnya! KPK Ungkap Potensi Kerugian Negara dalam Kartu Prakerja

Zona Hijau

S yang sebelumnya berstatus orang dalam pemantauan (ODP) akhirnya meninggal dunia, 13 Juni 2020. S merupakan tukang ojek keliling sebelum masuk daftar kasus baru positif Covid-19 di Klaten. Kecamatan Tulung sendiri selama ini masih tergolong zona hijau Covid-19.

"Yang bersangkutan sempat berobat ke PKU Jatinom sebelum dirawat di RSST Klaten. Pasien tersebut memiliki riwayat jantung dan paru-paru. Kami mengimbau ke Gusgas desa/RW tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap warganya dan selalu memantau warga yang mudik agar menjalankan isolasi mandiri dan tetap menaat protokol kesehatan,” kata Camat Tulung, Suyamto, kepada Solopos.com, Kamis (18/6/2020).

WHO Soroti Tingginya Positive Rate Covid-19 Indonesia, Tak Layak New Normal?

Dengan tambahan kasus baru Covid-19 di Klaten yang signifikan hari ini, Bupati Sri Mulyani dalam siaran persnya mengimbau warga agar tetap tenang. Namun dia mengingatkan warga agar semakin disiplin mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Di samping itu, aparat diminta memperketat dalam memantau warganya yang pulang dari luar wilayah. “Tujuh pasien dari Bayat merupakan kontak erat dari salah satu kasus terkonfirmasi klaster Semarang yang ada di Kecamatan Bayat,” kata Sri Mulyani.

Share
Dipublikasikan oleh
Adib Muttaqin Asfar