Longsor Mengancam Akses Wonogiri, Talut Jalan Ambrol Singodutan Dibangun Ulang
Pekerja memperbaiki talut jalan raya Wonogiri-Sukoharjo ruas Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Jumat (6/3/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Longsor mengancam akses Wonogiri dari arah Sukoharjo akibat talut di jalan utama wilayah Singodutan, Selogiri, ambrol pada Selasa (3/3/2020) lalu.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah saat ini tengah membangun ulang talut jalan utama Wonogiri-Sukoharjo ruas Karangtengah, Singodutan, Selogiri, Wonogiri, itu.

Jika tak segera ditangani, jalur itu bisa longsor dan kondisi itu bisa mengancam akses keluar masuk Wonogiri dari arah Sukoharjo. Pemulihan infrastruktur talut dan bahu jalan ditarget rampung sepekan ke depan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, talut jalan yang ambrol dan mengancam akses Wonogiri jika longsor tersebut sebelumnya sudah retak. Lokasi bahu jalan yang longsor terletak di ruas antara Tugu Adipura/Warung Sate Kambing Pak Gino dan Terminal Giri Adipura/Terminal Krisak.

Foto-Foto Anjanii Bee, Wanita Bertato Burung Hantu yang Sedang Viral

Pantauan Solopos.com di lokasi, Jumat (6/3/2020), sejumlah pekerja membangun fondasi talut sepanjang lebih kurang 3 meter. Area yang longsor tidak meluas.

Bahu jalan sisi selatan sepanjang lebih kurang 2,5 meter dengan lebar 1,5 meter yang sebelumnya ambles pun tak semakin ambles. Badan jalan yang dekat bahu jalan yang longsor dibangun tanggul kecil dari beton sederhana dari utara hingga selatan.

Kendaraan Melintas Pelan-Pelan di Ruas Jalan Wonogiri Yang Nyaris Longsor

Tanggul itu untuk mengalihkan aliran air hujan agar tak mengalir ke area yang longsor. Arus lalu lintas di jalan provinsi itu lancar meski di dekat lokasi ada tanda peringatan di sepertiga badan jalan.

Kendaraan dari arah Wonogiri melaju pelan-pelan saat akan melintas. Kendaraan dari arah Sukoharjo memperlambat laju saat ada mobil pribadi atau kendaraan lebih besar dari arah berlawanan melintas.

Pasien Suspect Virus Corona di RSUP Sardjito Jogja Meninggal Dunia

Petugas Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan (BPSPP) Wilayah III Surakarta Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah memasang tanda peringatan 100 meter dari lokasi di sisi utara dan selatan.

Tanda itu dipasang agar pengendara dan pengemudi dari arah Wonogiri maupun Sukoharjo mengetahui ada bagian bahu jalan yang longsor dan mengancam akses Wonogiri sehingga mereka bisa mengantisipasi.

Mandor proyek pemulihan talut, Sugiyatno, saat ditemui Solopos.com, Jumat, menyampaikan DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng menerjunkan pekerja ke lokasi sejak kali pertama bahu jalan longsor diketahui.

Pencurian Motor Sragen Terungkap Oleh Pembeli, Pasutri Dibekuk

Pihak terkait bergerak cepat mengingat lokasi longsor berada di tepi jalan utama Wonogiri-Sukoharjo yang lalu lintasnya ramai. Dia memperkirakan pekerjaan rampung sepekan ke depan. Saat ini pekerjaan sudah sampai pembangunan fondasi.

Menurut dia, fondasi talut baru akan lebih besar daripada sebelumnya. Lebarnya 90 cm dengan tinggi 90 cm. Struktur talut akan dibangun setinggi 2,7 meter, sehingga total tinggi talut 3,6 meter.

Talut Ambrol di Ruas Jalur Utama Wonogiri-Sukoharjo Sudah Lama Patah

Tinggi itu sama dengan talut lama. Talut akan dibangun dengan kemiringan 1:3 atau lebih miring dari talut lama.

Eksekusi Sriwedari Solo Di Depan Mata, Pemkot Diminta Jangan Hanya Beropini

“Tidak ada pergerakan lagi di bahu jalan. Bahu jalan yang sudah ambles pun tak makin dalam amblesnya. Kalo pekerjaan ini lancar bisa rampung sepekan. Ada 10 pekerja yang menangani. Hari ini ada beberapa pekerja yang sakit. Kalau sudah sembuh akan langsung kembali bekerja,” kata Sugiyatno.

Pengamatan Solopos.com, talut lama di sisi utara talut yang longsor mengancam akses keluar masuk Wonogiri itu terlihat sudah lama patah. Artinya, sebelumnya talut lama tidak tersambung dengan talut yang ambrol.

2 Pasien Terbaru Positif Corona Indonesia Terkait Kasus Pertama

Hal itu bisa terjadi karena sebelumnya talut sudah retak. Dimintai konfirmasi atas kondisi itu, Sugiyatno tak memungkiri. Dia menyebut talut tersebut sebelumnya sudah retak.

Kemungkinan besar aliran air yang meresap ke bahu jalan semakin menambah beban. Saat sudah tak kuat menahan, talut ambrol.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom