Lompat dari Jembatan di Wonosari Klaten, 1 Anak Hanyut di Bengawan Solo
Ilustrasi Hanyut (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, KLATEN – Seorang anak hanyut di Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2020) siang. Hingga Sabtu pukul 19.00 WIB, proses pencarian terus dilakukan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Anak berinisial KHL, 13, hanyut setelah diduga melompat dari jembatan di wilayah Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari.

Salah satu warga Wonosari, Agung, mengatakan kondisi arus sungai tak terlalu deras. Warga berusaha mencari keberadaan anak itu di sepanjang alur Sungai Bengawan Solo.

Jateng Tetapkan Status Tanggap Darurat Corona

Namun, pencarian anak yang hanyut di Klaten itu sempat terhambat akibat turun hujan. Dari informasi yang beredar, kali terakhir anak itu mengenakan baju lengan pendek berwarna hijau serta celana pendek.

“Warga tetap berjaga-jaga di sepanjang tepi sungai kalau ada yang melihat anak itu,” kata Agung saat dihubungi Solopos.com, Sabtu sore.

Sekretaris Umum SAR Klaten, Denny Nur Indragani, mengatakan SAR menerjunkan empat tim ke titik awal anak itu menghilang.

Lockdown di Kampung Karangwuni Kulon Ceper Klaten: Bank Plecit Jangan Nagih Dulu Pliss...

“Tim pertama sudah kami kirimkan untuk pendataan disusul tim kedua untuk back up dan manajemen posko. Sementara tim ketiga kami berangkatkan peselam beserta peralatan termasuk perahu dan terakhir kami sudah berangkatkan tim untuk mendukung peralatan. Total anggota tim yang berangkat sekitar 24 orang,” kata Denny.

Kronologi

Dia menjelaskan proses pencarian anak yang hanyut di Klaten itu dilakukan bersama tim SAR dari Sukoharjo serta sukarelawan. Denny mengatakan hingga pukul 19.00 WIB, belum ada informasi jika anak tersebut ditemukan.

Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kapolsek Wonosari, AKP Widji, mengatakan dari keterangan keluarga, anak itu sempat berpamitan ke ibunya sekitar pukul 13.30 WIB. Dia pamit hendak pergi ke rumah kakeknya yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Oleh ibunya, anak tersebut sempat dilarang pergi lantaran hujan deras. Namun, KHL tetap pergi ke rumah kakeknya.

Berani! Warga Blokade Jalan Kampung Krapyak Sragen, Pendatang Dilarang Masuk

Setelah sampai di rumah kakek, KHL sempat menonton televisi. Tak berapa lama, KHL berpamitan kepada kakeknya.

Lantaran curiga, sang kakek membututi KHL hingga tiba di jembatan. Dia melihat KHL akan melompat dari jembatan. Sang kakek sempat berusaha memegang anak tersebut. Namun, pegangan itu terlepas hingga KHL melompat ke sungai.

“Dari keterangan keluarga, anak itu memiliki riwayat sakit keras dan sempat koma di rumah sakit. Dia dinyatakan mengalami infeksi bagian otak. Sejak mengalami sakit itu keluarga sering mendapati anak itu melakukan percobaan bunuh diri namun bisa dihentikan,” kata Kapolsek.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom