Lolos dari Jeratan Hukum, Anak Pukul Penagih Utang di Wonogiri Berakhir Diversi

Seorang perempuan berinisial NDR, 14, asal Desa Sumberejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, melakukan pemukulan terhadap penagih utang.

 Ilustrasi proses pengadilan. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi proses pengadilan. (Freepik.com)

Solopos.com, WONOGIRI — Seorang perempuan berinisial NDR, 14, asal Desa Sumberejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, melakukan pemukulan terhadap penagih utang. Namun, kasus yang termasuk tindak pidana itu berakhir secara diversi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, pemukulan yang dilakukan seorang remaja perempuan tersebut terjadi, 14 September 2022. Mulanya, penagih utang yang juga karyawan sebuah koperasi simpan pinjam (KSP) di Wonogiri, WDS, 23, menyambangi rumah orang tua NDR.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

WDS berniat menagih utang yang tak kunjung dibayar orang tuanya. Berdasar keterangan yang didapat Perangkat Desa Sumberejo, Arif Nur Hidayat, situasi penagihan utang itu diwarnai cekcok antara WDS dan orang tua NDR.

“Penagih utang sempat mengeluarkan nada tinggi sambil menunjukkan tangannya. NDR yang berada di dalam kamar mengetahui itu. Lalu mengambil sapu ijuk dan memukulkan gagangnya ke pipi bagian kiri si penagih utang,” kata Arif kepada Solopos.com, Kamis (17/11/2022).

Pemukulan itu terjadi sekali, tetapi membuat pipi WDS berdarah.

Baca Juga: Dibentuk Begug Purnomosidi, Badan Hukum Koperasi RT di Wonogiri akan Dihapus

“Korban [WDS] sempat dilarikan ke rumah sakit. Katanya mendapat jahitan. Tapi masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Selanjutnya teman korban melapor ke Polsek Jatisrono,” lanjutnya.

Setelah melapor ke Polsek Jatisrono, kasus yang termasuk dalam tindak pidana penganiayaan itu dinaikkan laporannya ke Polres Wonogiri pada 20 Oktober 2022. Mestinya NDR dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP setelah terbukti melakukan penganiayaan.

Mengingat usianya masih 14 tahun, kasus itu diupayakan agar selesai secara diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Hal ini sesuai dengan UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Dalam Pasal 1 ayat 3 di UU tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud anak adalah berusia 12 tahun hingga kurang dari 18 tahun. Tujuan diversi guna menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan.

Baca Juga: WGM Segera Direvitalisasi, Pemenang Lelang Diminta Bertemu Bupati Wonogiri

Di sisi lain, Arif melanjutkan, WDS sempat meminta ganti rugi senilai Rp8 juta. Orang tua NDR keberatan. Lantas negosiasi antara korban, pelaku, dan polisi dilakukan.

“Hasilnya, korban sepakat meminta ganti rugi senilai Rp2 juta untuk biaya pengobatan. Rabu [16/11/2022] kemarin permasalahannya sudah selesai, saya ikut mendampingi. Ganti rugi Rp2 juta itu juga sudah dibayar, katanya dibantu Pak Kapolres. Setelah selesai, kami ketemu Pak Kapolres untuk mengucapkan terima kasih karena sudah dibantu,” tutur Arif.

Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto, mengatakan, NDR yang menjadi pelaku penganiayaan tak jadi dipidana lantaran diselesaikan secara diversi. Namun NDR harus membuat permintaan maaf kepada WDS, korban yang ia aniaya.

“Pelaku sudah meminta maaf dan korban sudah menerima permintaan maaf. Korban juga bersedia menyelesaikan perkara secara kekeluargaan. Anak dikembalikan ke orang tuanya dan kami wajibkan orang tua untuk mengawasi anaknya. Ganti rugi senilai Rp2 juta untuk biaya pengobatan korban juga sudah dibayarkan,” kata AKBP Dydit, Rabu (16/11/2022).

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Dewa 19 Sihir Ribuan Penggemar, Kota Solo Luar Biasa

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.