Warga meminta uang parkir seikhlasnya dan berjualan di lokasi menuju ke sumber api alam di Dukuh Banyurip, Desa Kalikobok, Tanon, Sragen, Senin (19/8/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Warga dari berbagai wilayah berdatangan menyaksikan lokasi munculnya api dari dalam tanah di wilayah Dukuh Banyurip RT 022, Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Senin (19/8/2019).

Antusiasme masyarakat itu dimanfaatkan Karang Taruna Putra Mayung Banyurip, Kalikobok, Tanon, untuk menghimpun donasi. Sejumlah warga juga berjualan minuman dan makanan di pintu masuk menuju ke lokasi sumber api yang berjarak 100 meter dari permukiman penduduk. 

Para pengunjung bermotor dan bermobil berdatangan ke lokasi karena penasaran dengan api dadakan yang muncul sejak Minggu (18/8/2019) malam.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Sragen, seperti dari Sumberlawang, Sukodono, Tanon, Gesi, Sragen, dan daerah lainnya. Para pemuda memasang kardus bertuliskan parkir Rp2.000.

Anggota Karang Taruna Putra Mayung Kalikobok, Asep Nurdiansyah, 30, menyampaikan anggota karang taruna bekerja bakti semalam sampai Senin dini hari pukul 03.00 WIB untuk membuat jalan berundak menuju ke lokasi sumber api di lembah sedalam 5 meter.

“Alhamdulillah semalam bisa terkumpul donasi seikhlasnya dari pengunjung sebanyak Rp118.000. Kami berharap lokasi api yang di dalamnya terdapat sumber gas alam itu bisa dieksplorasi dan dibuat industri sehingga bisa menyerap tenaga kerja. Pada 20 tahun lalu pernah ada penelitian di Banyurip ini dan ditemukan sumber gas yang tak bisa habis selama 50 tahun,” ujarnya saat berbincang dengan solopos.com, Senin siang.

Asep mendapatkan informasi tentang adanya penelitian sumber gas itu dari para sesepuh Kalikobok.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten