Lokasi Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri yang Kuno dan Unik

Masjid Tiban Wonokerso di Wonogiri berlokasi di tengah-tengah Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno.

 Majid Tiban Wonokerso di Wonogiri. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Majid Tiban Wonokerso di Wonogiri. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Solopos.com, Wonogiri — Masjid Tiban Wonokerso di Wonogiri berlokasi di tengah-tengah Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno. Status Masjid Tiban Wonokerso saat ini merupakan salah satu cagar budaya yang dilindungi langsung Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Penamaan masjid tiban menunjukkan bangunan itu tak diketahui kapan awal mula pendiriannya. Kata tiban yang berasal dari bahasa Jawa. Tiban biasa dipakai untuk menyebut tempat atau benda yang tiba-tiba ada/berdiri.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Juru Rawat Masjid Tiban Wonokerso, Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Warto, mengisahkan para Wali Songo mencari kayu ke arah selatan saat ingin membikin Masjid Demak. Dari perjalanan itu, Wali Songo menemukan kayu di hutan di sekitar Desa Sendangrejo. Kelak, daerah di Wonogiri itu menjadi lokasi berdirinya Masjid Tiban Wonokerso.

“Setelah memotong beberapa pohon jati, Wali Songo beranggapan kayu itu belum cocok dijadikan struktur bangunan Masjid Demak,” kisah Warto, kepada Solopos.com, Selasa (19/4/2022).

Dilansir dari laman anugerahkubah.com, Sabtu (10/9/2022), Masjid Tiban Wonokerso yang berlokasi di Kabupaten Wonogiri diperkirakan dibangun pada masa Wali Songo dan menjadi model awal dalam pembangunan Masjid Agung Demak.

Baca Juga: 3 ODCB di Wonogiri Ini Berada di Atas Tanah Pemkab

Masjid tiban diprediksi dibangun sekitar tahun 1479 Masehi. Jika dihitung sampai sekarang, sudah berumur lebih dari 510 tahun lamanya. Artinya, usianya jauh lebih tua dari negara Indonesia.

Arsitektur bangunan Masjid Tiban yang berlokasi di Wonokerso Wonogiri ini hampir seluruhnya masih asli. Dibangun bak rumah panggung dengan anjang–anjang, mirip Masjid Agung Demak namun lebih seperti miniaturnya dengan ukuran 7,5 meter x 7,5 meter.

Guna menyambungkan bagian satu dengan lainnya memakai pasak kayu jati, bukan paku besi yang biasa di gunakan membangun masjid modern di zaman sekarang.

Baca Juga: Duh! Sejumlah Objek Diduga Cagar Budaya di Wonogiri Kondisinya Kian Tak Terawat

Di lokasi Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri terdapat mimbar yang berumur lebih dari 510 tahun dengan ukiran-ukiran khas zaman dahulu. Diyakini masyarakat sekitar bahwa ukiran tersebut dibuat para Wali Songo dengan berbagai macam model.

Kemudian, di bagian atas atau puncak bangunan ada sebuah kubah yang unik, ialah kubah yang mirip dengan sebuah mahkota terbuat dari tanah liat. Walaupun dari tanah liat, nyatanya hingga berumur lebih dari 510 tahun mahkota tersebut belum kelihatan tanda-tanda akan kerusakan. Hal itu menjadi keunikan sendiri dalam melihat Masjid Tiban yang berlokasi di Wonokerso Wonogiri.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Diresmikan 17 November, Utusan Presiden UEA Cek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

      Utusan dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) dalam waktu dekat akan datang mengecek progres pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, sebelum diresmikan 17 November nanti.

      Lengkap dan Nyaman, Ini Daftar Hotel di Dekat Stasiun Gawok Sukoharjo

      Rincian hotel yang berada di dekat Stasiun Gawok, Sukoharjo.

      Omzet Anjlok, Pemilik Toko Dekat Jembatan Mojo Solo Ingin Proyek Cepat Kelar

      Kalangan pemilik toko di Jl Kyai Mojo mengeluhkan omzet turun drastis sejak Jembatan Mojo, Solo, ditutup untuk perbaikan, Senin (26/9/2022) lalu.

      Upaya Diversifikasi Pangan, DPRD Boyolali Dukung Selodoko Jadi Sentra Alpukat

      DPRD Boyolali mengapresiasi program diversifikasi pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, lewat penanaman alpukat kalibening.

      8 Tujuan Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes Bersama di Wonogiri

      Kabupaten Wonogiri memiliki 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama hingga sekarang.

      Kaum Hawa Karanganyar Didorong Punya Konstribusi Nyata di Politik

      KPU dan Bawaslu Karanganyar mendorong perempuan di Bumi Intanpari mengambil lebih banyak peran dana dunia politik.

      Fraksi PDIP Perjuangkan Ada Anggaran dari APBD Solo 2023 untuk Masjid Sriwedari

      Fraksi PDIP DPRD Solo akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari pada APBD 2023.

      Cek! Cara Legal Beli BBM Bersubsidi Pakai Jeriken di Sragen

      Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken diperbolehkan untuk sejumlah kalangan dengan syarat tertentu. Cek di sini caranya.

      Soto Gunting Klaten, Pembeli Leluasa Potong Jeroan dan Daging sesuai Selera

      Soto Gunting Pak Randi menjadi salah satu menu soto yang terkenal di sepanjang jalan raya Solo-Jogja.

      Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Besok Masjid Agung Solo Adakan Salat Gaib

      Masjid Agung Solo akan mengadakan Salat Gaib berjamaah yang ditujukan bagi para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, setelah Salat Jumat, siang ini.

      Rest Area Candi Sukuh Karanganyar Mangkrak 3 Tahun

      Sejak selesai dibangun pada 2019, rest area di kawasan wisata Candi Sukuh, Karanganyar belum pernah digunakan. Padahal proyek pembangunannya menelan dana hingga Rp2 miliar.

      Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

      Nama anak FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, masuk bakal daftar caleg sementara DPRD Kota Solo 2024 dari hasil penjaringan PAC PDIP Jebres.

      BLT Sapu Jagat Belum Cair, Bupati Karanganyar Minta Warga Bersabar

      Bupati Karanganyar meminta warga bersabar menunggu pencairan BLT sapu jagat yang saat ini masih pendataan calon penerima. Menurutnya perlu kehati-hatian dalam pendataan agar tidak ada doble penerima.

      Kurang dari 24 Jam, Polres Sukoharjo Berhasil Tangkap Pembobol Rumah di Grogol

      Polres Sukoharjo berhasil menangkap pembobol rumah kosong di Perumahan Baiti Jannati, No. A 29, Pandeyan, Grogol, dalam waktu kurang dari 24 jam.

      Terus Bertambah, Kini Ada 181 Nama Warga Wonogiri yang Dicatut Parpol

      Kasus pencatutan nama warga Wonogiri sebagai anggota partai politik (parpol) terus bertambah.