Tutup Iklan
Wakil Ketua RW 002, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Rudi Rusmawan, menunjukkan kondom bekas yang ditemukan di salah satu kijing di permakaman Tionghoa di Desa Sambirejo, Jumat (9/8/2019)./(Abdul Jalil-Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah https://madiun.solopos.com/read/20190805/516/1010171/pemkab-madiun-lengkapi-watu-rumpuk-dengan-wahana-baru-senilai-rp1-miliar">Kabupaten Madiun membongkar dan menutup tempat lokalisasi ilegal di Makam Tionghoa atau bongpay di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Tempat lokalisasi ilegal ini cukup ekstrem karena menempati lokasi permakaman. Petugas beserta masyarakat sekitar dibantu anggota TNI serta Polri ikut membantu menutup lokalisasi itu.

Satu rumah yang diduga menjadi tempat prostitusi di kompleks permakaman itu dibongkar petugas. Rumah tersebut menjadi tempat mangkal para wanita pekerja seks komersia (PSK) maupun waria penyedia layanan seks di lokasi itu.

Wakil Ketua RW 002, Desa Sambirejo, Rudi Rusmawan, mengatakan kegiatan prostitusi di bongpay itu sudah ada sejak puluhan tahun silam. Para penyedia layanan seks itu tidak hanya seorang wanita, tetapi juga wanita pria alias waria.

Para penyedia layanan esek-esek itu biasanya "berjualan" di pertigaan Sambirejo yang berbatasan langsung dengan Kota Madiun. Para PSK itu biasanya mulai berjualan selepas Magrib hingga menjelang Subuh.

"Mereka sudah lama mangkal di sini. Tidak hanya cewek, tetapi para waria juga banyak yang mangkal di sini. Malah lebih terkenalnya sini lokalisasi waria," jelas dia di area pemakaman itu.

Biasanya pria hidung belang dengan PSK melakukan hubungan badan di atas makam yang kijingnya luas dan berkeramik. "Mereka mainnya di atas kijing. Dicari yang berkeramik. Ga ada tikar atau kasur yang digunakan. Mereka ya tinggal main di situ," sambil menunjuk salah satu kijing yang biasanya untuk berhubungan badan.

Dia mengaku bersyukur pemerintah setempat mengambil sikap tegas untuk meniadakan lokalisasi itu. Sehingga tidak ada lagi kegiatan prostitusi di lingkungan tersebut.

Petugas juga membongkar warung-warung kopi di pinggir jalan tersebut. Warung kopi itu ditengarai jadi area mangkal para PSK saat menunggu pria hidung belang.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten