Load Factor Bandara Adi Soemarmo Solo Belum Membaik
Maskapai di Bandara Adi Soemarmo Solo (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI — Load factor penumpang Bandara Adi Soemarmo Solo menurun pada September 2020 setelah sempat naik signifikan di era kenormalan baru pandemi Covid-19. Sejumlah maskapai pun terpaksa mengurangi jadwal penerbangan lantaran demand yang sedikit.

General Manager Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, mengatakan jumlah penumpang pesawat terbang di Bandara Adi Soemarmo turun selama September 2020 jika dibandingkan dengan Agustus 2020. “Pada Agustus jumlah penumpang mencapai 17.000, tetapi September turun menjadi 13.000,”katanya, kepada wartawan, Kamis (8/10/2020).

Yani tidak bisa memastikan penurunan jumlah penumpang tersebut merupakan dampak dari kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau bukan. Hal ini mengingat rute Solo-Jakarta mendominasi penerbangan melalui Bandara Adi Soemarmo sehingga dimungkinkan pula penurunan load factor sebagai imbas PSBB.

Tiki Webinar Series: Tingkatkan Daya Tarik Produk Baru dengan Kemasan

Di sisi lain, untuk jumlah penerbangan melalui Bandara Adi Soemarmo sekitar 12-14 penerbangan per hari. Akan tetapi, pada bulan lalu frekuensi penerbangan sempat hanya 10 penerbangan per hari. Bahkan, menurutnya laporan dari maskapai ada yang mesti mengurangi jadwal terbang karena minimnya penumpang.

“Di masa pandemi ini sesuai aturan untuk kapasitas maksimal 70%. Rata-rata penumpang sekitar 90-an per penerbangan,” imbuhnya.

Di samping itu, hingga saat ini sebanyak empat maskapai yang sudah terbang dari dan ke Bandara Adi Soemarmo, yakni Lion Air, Batik Air, Citilink, dan Garuda Indonesia. Sementara rutenya Solo-Soekarno Hatta, Solo-Halim Perdana Kusuma, Solo-Pontianak, dan Solo-Denpasar.

KRL Jogja – Solo Bakal Singgahi 11 Stasiun, Mana Saja?

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Totok Tavirijanto, mengatakan jumlah penumpang pesawat udara komersial yang datang melalui Bandara Adi Sumarmo pada Agustus 2020 berjumlah 16.980 orang. Seluruhnya merupakan penumpang penerbangan domestik.

“Angka tersebut naik sebesar 87,6% dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercatat berjumlah 9.051 orang. Sedangkan penumpang yang berangkat dari Bandara Adi Sumarmo berjumlah 17.513 orang. Jumlah ini naik sebesar 114,91% dibandingkan bulan sebelumnya, sebanyak 8.149 orang,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom