Liverpool (Reuters-Carl Recine)

Solopos.com, LIVERPOOL — Manchester United sah-sah saja selalu membanggakan koleksi gelar Liga Premier Inggris mereka di hadapan sang musuh bebuyutan, Liverpool. Faktanya, United memang mengoleksi trofi kasta tertinggi Inggris lebih banyak dibandingkan Liverpool, dengan total 20 gelar.

Sedangkan Liverpool "baru" mendulang 18 trofi dan mengalami paceklik gelar Liga Premier Inggris sejak 1990. Tapi, pertemuan United di markas Liverpool, Stadion Anfield, Minggu (16/12/2018) pukul 23.00 WIB, bisa seperti pertandingan beda level.

Tengok saja jarak kedua tim di klasemen sementara Liga Premier Inggris musim ini. Liverpool jauh berada di atas United yang menduduki posisi keenam. The Reds, julukan Liverpool, unggul 16 poin atas United sebelum perjamuan di Anfield nanti. Ini menjadi gap paling besar keduanya pada momentum menjelang Natal sejak 1990. Ini sekaligus menjadi pertemuan dengan jurang poin pemisah paling lebar pada North West Derby sejak Liverpool bertemu United dengan keunggulan 21 poin pada Maret 1990.

Sadar memiliki kekuatan yang timpang, Manajer United, Jose Mourinho, mengeluarkan jurus andalannya, melempar psy war alias perang urat saraf sebelum kunjungan ke Anfield. Mourinho menyindir koleganya, Jurgen Klopp, yang belum pernah memberi gelar untuk Liverpool meski telah menangani tim asal Merseyside tersebut selama kurang lebih 3,5 tahun terakhir.

Mourinho lantas menantang Klopp untuk mengakhiri paceklik gelar The Reds, julukan Liverpool, tersebut pada musim ini. Apalagi pada 2018 ini Liverpool karena mereka sudah dibekali dana hampir 250 juta poundsterling untuk belanja pemain baru (Rp4,5 triliun), di antaranya mendatangkanVirgil van Dijk sebagai bek termahal di dunia dan Alisson Becker sebagai kiper termahal kedua di bumi ini.

"Saya pikir trofi menjadi masalahnya, khususnya ketika Anda memiliki potensi memperebutkan banyak trofi da ketika Anda jelas-jelas mengatakan punya target memenangi trofi. Jurgen sudah mengatakan ingin memenangi Liga Premier, itu target mereka," ujar Mourinho dalam jumpa pers sebelum laga, seperti dilansir dailymail.co.uk, Sabtu (15/12/2018).

Apakah sindiran Mourinho mempan menciutkan nyali Klopp? Tidak. Klopp tidak terpengaruh dengan omongan Mourinho. Dia menegaskan Liverpool tidak bisa dihakimi semata-mata karena trofi. "Apakah saya harus melakukannya? Apakah saya harus memenanginya? Mungkin orang-orang akan ingat jika saya bisa mendapatkannya, namun apa yang harus kami lakukan adalah memberikan yang terbaik bagi klub, itu yang kami yakini," kata Klopp.

"Orang-orang bilang musim lalu di Liga Champions kami tidak sukses karena kami tidak menang di final, saya tidak bisa mengubah perkataan mereka. Apakah itu kesuksesan maksimal? Tidak, namun kami telah menjalani proses brilian. Saya menikmatinya. Bisa sampai ke final sangat fantastis, namun dalam hidup termasuk dalam urusan pekerjaan, jika hanya pencapaian terbaik yang Anda perhitungkan dan jika usaha tidak diperhitungkan, maka hidup bisa menyebalkan," lanjutnya.

The Reds menjadi satu-satunya tim yang belum pernah mecicipi kekalahan di Liga Premier Inggris musim ini. Mohamed Salah dkk. pun bertekad mengakhiri streak tak pernah menang melawan United dalam delapan pertemuan terbaru di Liga Premier. Dalam dua perjamun terbaru kontra pasukan Jose Mourinho, Liverpool dipaksa hanya bermain imbang tanpa gol di Anfield. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten