Tutup Iklan
Liverpool Vs Manchester City. (Reuters-Jason Cairnduff)

Solopos.com, LIVERPOOL -- Pemuncak klasemen Liverpool siap tampil habis-habisan saat menjamu rival terberatnya, Manchester City, dalam duel pekan ke-12 Liga Premier Inggris di Anfield, Minggu (10/11/2019) malam WIB.

Banyak anggapan laga big match tersebut bakal krusial untuk menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara kompetisi. Liverpool bisa mengantongi keunggulan sembilan poin dari City jika mampu memenangi laga ini.

Sementara bagi City, kemenangan di laga ini akan memangkas ketertinggalan menjadi tiga poin saja. Kompetisi memang masih berlangsung enam bulan lagi. Namun, kemungkinan jarak sembilan poin bersih di awal musim jelas bakal memengaruhi psikologis kedua tim untuk mengarungi sisa laga.

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Letusan Pagi Ini

Bukan mustahil momentum bakal menghampiri City yang terus membuntuti Liverpool dengan 25 poin dari 11 laga. Ini mengingat Kevin De Bruyne dkk. bakal giliran menjamu The Reds di Etihad, Januari 2020 mendatang.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, tak menampik laga melawan The Citizens akan berlangsung menegangkan sejak peluit awal dibunyikan.

“Kami harus memainkan permainan terbaik, semua orang di stadion harus benar-benar dalam kondisi terbaik. Bahkan penjual hotdog harus dalam kondisi prima, semua orang dari detik pertama, masuk ke stadion, menunggu tim melakukan pemanasan dan berada di sana,” ujar Klopp seperti dilansir Sky Sports, Sabtu (9/11/2019).

Saling Sindir Klopp-Guardiola Jelang Liverpool Vs City

Liverpool bahkan telah mengirim indikasi bakal habis-habisan melawan City ketika mengistirahatkan sejumlah pilarnya saat melawan Genk di Liga Champions. Ketika itu Sadio Mane, Roberto Firmino dan Andy Robertson baru bermain di pertengahan babak kedua saat tim sudah unggul 2-1.

Di sisi lain, Manchester City justru dipusingkan dengan cedera kiper utama, Ederson, saat melawan Atalanta di Eropa. Absennya Ederson menambah daftar panjang pemain City yang menepi.

Sebelumnya City kehilangan David Silva, Leroy Sane, Aymeric Laporte, hingga Rodri. Kondisi tersebut membuat The Reds berpeluang meraih kemenangan ke-11-nya musim ini sekaligus menyamai rekor start terbaik mereka di level tertinggi Inggris pada 1990.

Viral! Biduan Dangdut Lajang Jadi Kepala Desa di Lamongan

Saat itu mereka akhirnya keluar sebagai juara. Namun Klopp beranggapan absennya beberapa pemain tak mengurangi kekuatan lawan.

“Kita semua memiliki masalah. Tahun lalu De Bruyne tidak bisa bermain melawan kami dan mereka masih mendapatkan hasil bagus [imbang 0-0 di Anfield]. Itu menunjukkan kualitas City. Mereka masih sangat kuat.”

Pelatih City, Josep “Pep” Guardiola, sadar betul dengan tantangan besar yang dihadapi timnya akhir pekan ini. Apalagi Manchester Biru tak pernah menang dalam 16 kunjungan terakhir di markas sang rival.

Lisus Melanda, Warga Sukoharjo Meninggal Tertimpa Gazebo Roboh

Namun dia meyakini hasil laga di Anfield tak akan menentukan gelar juara. “Saya tidak tahu pasti, saya pikir di bulan November kompetisi tidak akan pernah berakhir. Masih banyak pertandingan untuk dimainkan,” tuturnya.

Disinggung absennya Ederson, Pep mengaku tak terlalu khawatir karena punya kiper pelapis jempolan yakni Claudio Bravo. Pep tak pernah meragukan kualitas sang kiper meski belakangan dia lebih sering berada di bangku cadangan.

“Anda harus menghormatinya. Dia telah memenangkan banyak trofi serta Copa America,” kata Guardiola.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten