Liverpool, MU, City, hingga AC Milan Berduka atas Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang menyisakan duka bagi banyak klub, termasuk klub besar Eropa.

Minggu, 2 Oktober 2022 - 20:44 WIB Editor: Ginanjar Saputra | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (Antara/Ari Bowo Sucipto)

Solopos.com, SOLO – Tragedi yang terjadi pada pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (1/10/2022) malam, menyisakan duka bagi banyak pihak.

Setidaknya 130 orang meninggal dunia dan 180 orang harus dirawat di rumah sakit dalam tragedi naas itu. Banyak klub sepak bola melayangkan ucapan duka cita, tak terkecuali klub-klub besar Eropa.

Beberapa klub besar, antara lain Liverpool, Manchster United, Manchester City, hingga AC Milan memanjatkan ucapan duka cita mereka melalui Twitter.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia. Kami semua yang ada di Liverpool Football Club bersama semua orang yang terdampak [Tragedi Kanjuruhan,” kicau manajamen Liverpool melalui akun Twitternya, @LFC.

“Kami sangat sedih menyaksikan peristiwa di Stadion Kanjuruhan di Indonesia. Kami bersama semua orang yang terkena dampak tragedi ini,” kicau manajemen AC Milan di akun Twitter @acmilan.

Baca Juga: 5 Bencana Sepak Bola Dunia Paling Tragis, Tragedi Kanjuruhan Terparah Kedua

Sementara itu, Manchester United dan Manchester City melayangkan kicauan yang sama. Mereka turut berduka cita atas bencana sepak bola yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan terjadi seusai pertandingan Liga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim Sabtu (1/10/2022) malam.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, YLBHI Kecam Tindakan Polisi & Minta Negara Tanggung Jawab

Kekalahan tuan rumah menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan hingga akhirnya petugas pengamanan menembakkan gas air mata di tribune stadion.

Akibatnya, sedikitnya 130 orang meninggal dunia. Hingga berita ini ditulis, tercatat ada 180 orang mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit akibat Tragedi Kanjuruhan.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif