Live Shopping Tingkatkan Kunjungan Toko Online 200 Kali Lipat Lebih

Strategi live shopping yang diadopsi oleh para e-commerce, diklaim mampu tingkatkan kunjungan toko para mitra.

Thovan Sugandi - Solopos.com
Rabu, 26 Januari 2022 - 17:06 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi online shop (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, JAKARTA — Strategi live shopping yang diadopsi oleh para e-commerce, diklaim mampu tingkatkan kunjungan toko para mitra.

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya menyebut kanal video streaming Tokopedia Play memungkinkan masyarakat merasakan pengalaman live shopping yang menghibur dan relevan dengan kebutuhan.

“Inisiatif ini merupakan upaya kami untuk terus relevan dengan kebutuhan dan perilaku masyarakat, salah satunya gen Z dan millenials,” ujarnya, Senin (24/1/2022) seperti dilansir Bisnis.com.

Baca Juga: Pelaku UKM Keluhkan Barang Impor Murah Marak Beredar di Toko Online

Menurutnya, keberadaan Tokopedia Play juga untuk merespon era social commerce. Masyarakat cenderung lebih tertarik belanja dengan menyaksikan penjelasan melalui video.

“Kami juga percaya bahwa sinergi pemanfaatan media sosial dan e-commerce dapat membantu pegiat usaha bertahan di era digital, bahkan di tengah pandemi,” ujarnya.

Tokopedia Play, menurut Ekhel, juga memberikan nilai tambah pada strategi pemasaran para pegiat usaha di Tokopedia, termasuk UMKM lokal. Dengan itu mereka dapat berkolaborasi dengan kreator konten untuk melakukan pemasaran yang lebih interaktif dan menarik lebih banyak pembeli.

Menurut catatan Tokopedia, kegiatan live streaming lewat Tokopedia Play juga terbukti dapat meningkatkan kunjungan toko hingga 262 kali lipat. Bahkan frekuensi kunjungan ke halaman produk penjual bisa melonjak hingga 625 kali lipat.

Baca Juga: Toko Online Vanessa Angel Tetap Beroperasi, Keuntungannya untuk Gala

Dalam laporan yang berjudul 10 Zillennial Megashift 2022 disebutkan, pada riset Salesforce 2020, Gen Z memiliki presentase lebih rendah dibanding milenial terkait kepercayaan mereka terhadap perusahaan. Hanya 53 persen dari Gen Z yang juga melihat persona brand sebagai sesuatu yang autentik – lebih kecil dibanding milennial sebanyak 61 persen.

Laporan tersebut mengatakan, konsumen muda lebih menyukai pendekatan produk yang lebih realistis dan otentik. Hal ini yang kemudian menyebabkan adanya transisi kepercayaan dari brands dan mega influencers kepada micro influencers.

Dikatakan juga, micro Influencers adalah mereka yang berperan dalam memasarkan produk kepada Gen Z dengan cara yang lebih realistis. Biasanya mereka mengulas berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan produk tersebut, salah satunya melalui live shoping.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif