Ilustrasi Angin Ribut (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Lisus melanda wilayah Sukoharjo, Senin (25/2/2019) sekitar pukul 17.15 WIB mengakibatkan belasan rumah warga di Dusun Jlopo, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, rusak.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin, awan hitam menggumpal di langit sesaat sebelum turun hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Grogol dan sekitarnya. Tiba-tiba angin kencang menerjang rumah penduduk di Dusun Jlopo, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol.

Angin memporak porandakan belasan rumah penduduk. Seorang warga Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Tarjono, mengatakan lisus menerjang atap rumah penduduk selama kurang dari lima menit. Kala itu, sebagian masyarakat berada di rumah.

Sebagian masyarakat lainnya tengah beraktivitas di luar rumah. “Warga langsung berhamburan keluar rumah saat terjadi angin kencang. Tidak lama, hanya beberapa menit. Namun, warga tetap khawatir,” kata dia kepada Solopos.com, Senin petang.

Mayoritas rumah penduduk yang rusak kategori sedang dan ringan. Sebagian besar atap rumah penduduk rusak akibat terjangan angin kencang. Angin lisus juga menumbangkan beberapa pohon di halaman rumah penduduk.

Saat ini, warga setempat masih kerja bakti membersihkan puing-puing genting rumah penduduk yang rusak. “Kami khawatir nanti malam turun hujan lebat. Untuk sementara atap rumah warga yang bolong ditutup seng atau terpal agar air hujan tak masuk ke rumah. Besok pagi {Selasa] dilanjutkan dengan mengganti genteng rumah yang rusak,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sri Maryanto, mengungkapkan sukarelawan bencana alam masih berada di lokasi kejadian. Mereka bahu membahu dengan warga setempat membersihkan puing-puing genting rumah yang rusak.

Menurut Maryanto, wilayah Sukoharjo kerap dilanda lisus selama musim penghujan. Kali terakhir, lisus memorak-porandakan puluhan rumah warga di tiga desa yakni Bendosari, Paluhombo, dan Mojorejo di Kecamatan Bendosari pada pertengahan Februari.

“Bencana angin lisus tak bisa diprediksi sehingga bisa terjadi di setiap wilayah. Sukarelawan masih di lokasi kejadian,” kata dia.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten