Rumah warga Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, terbakar pada Sabtu (5/10/2019). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bencana alam kebakaran dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Karanganyar pada Sabtu (5/10/2019).

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, angin kencang terjadi di wilayah Desa Jatisobo, Kecamatan Jatipuro pada Sabtu siang.

Kepala Desa Jatisobo, Triyono, menuturkan angin kencang melanda desanya selama beberapa hari terakhir. Tetapi tidak ada laporan warga maupun perangkat desa perihal kerugian akibat angin kencang.

"Beberapa hari ini angin kencang tetapi tak sekuat hari ini. Sabtu dapat laporan kandang ayam di Dukuh Ngelo RT 018/RW 006 roboh," kata Triyono melalui telepon, Sabtu.

Baca Juga: Angin Kencang di Puncak Lawu Karanganyar, 2 Bangunan Rusak

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kandang ayam milik warga Solo, Setiadi, yang dikelola warga sekitar Tri Suwarno, roboh pada Sabtu siang. Menurut Adi, sapaan akrab Setiadi, kandang ayam miliknya roboh pada Sabtu siang.

Dia mendapat laporan dari Tri perihal kondisi kandangnya pukul 14.00 WIB. Kandang tersebut belum diisi ayam potong. Rencana baru diisi pada Kamis (10/10/2019) mendatang.

"Kalau diisi kandang itu bisa menampung 3.000 ekor sampai 3.500 ekor ayam. Ini ambruk, rata dengan tanah," tutur Adi melalui telepon.

Dia memperkirakan kerugian akibat kejadian itu mencapai Rp50 jutaan. Dia harus membangun kembali kandang ayam tersebut.

Di sisi lain, kebakaran terjadi di Desa Gondosuli, RT 004/RW 005, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu pukul 14.30 WIB. Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, mengatakan rumah itu milik seorang janda bernama Painem, 55.

Baca juga: Wamena Rusuh, 2 Perantau Asal Karanganyar Pulang Kampung

Kebakaran diduga karena nyala api kompor. Saat kejadian, Painem sedang bepergian sedangkan di rumah hanya ada anaknya.

"Anaknya di rumah merebus air. Lalu lupa mematikan kompor. Posisi kompor di dekat dinding tripleks. Api diduga menyambar tripleks lalu terjadi kebakaran. Warga kerja bakti membersihkan sisa kebakaran," jelas Rusdiyanto.

Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir Rp50 juta. Sementara ini Painem tinggal di rumah anaknya yang tidak jauh dari rumah yang terbakar.

Selain rumah, si jago merah juga membakar lahan di bukit Margolampus, wilayah perbatasan Desa Gerdu, Karangpandan, dan Desa Plumbon, Tawangmangu.

Kepala Desa Gerdu, Veri Kurnianto, menuturkan warga menginformasikan ada kebakaran pukul 14.30 WIB. Hingga pukul 18.30 WIB, api masih menyala.

Baca juga: Rumah Seisinya Plus Motor Ludes Terbakar di Karanganyar

"Ini warga dan sukarelawan tangguh bencana Desa Gerdu, dan relawan Karangpandan [Rendan] sedang berupaya memadamkan api. Api membesar karena angin kencang. Jarak lahan yang terbakar dengan permukiman sekitar satu kilometer," tutur Veri.

Veri menyampaikan warga yang tinggal di sekitar bukit berjaga di dekat rumah. Mereka mengantisipasi kemungkinan terburuk api merembet hingga permukiman.

"Belum tahu apa penyebabnya. Tetapi dugaan sementara karena ulah manusia. Titik api ada beberapa lokasi."

 

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten