Listrik Padam Rusak Peralatan Elektronik, Sejumlah Warga Joglo Solo Protes Ke PLN
Warga Kelurahan Joglo, Banjarsari, Solo, melaporkan peristiwa listrik padam yang berdampak pada rusaknya peralatan elektronik ke PLN Manahan, Jl Menteri Supeno, Solo, Rabu (20/1/2021). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah warga RW 009 Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada Rabu (20/1/2021), mendatangi kantor PLN Manahan, untuk memprotes listrik padam yang berdampak pada kerusakan alat elektronik.

Listrik permukiman warga Joglo itu padam pada Selasa (19/1/2021) malam. PLN langsung menerjunkan tim teknisi untuk melakukan investigasi.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, warga datang ke kantor PLN Manahan, Jl Menteri Supeno, Solo, Rabu pagi. Warga yang datang hanya dua orang perwakilan untuk menghindari kerumunan.

Hujan Lebat, Talut Ambrol Timpa Rumah Warga Ngargoyoso Karanganyar

Perwakilan warga yang datang ke Kantor PLN Manahan, Solo, Christiansen Aditya, menjelaskan listrik padam disertai suara ledakan lampu sejumlah ruangan rumahnya, Selasa pukul 18.45 WIB.

Ia pun terpaksa membeli tujuh lampu baru untuk mengganti lampu yang rusak dengan harga total Rp253.000 malam itu juga. Namun, hal serupa kembali terjadi pada pukul 23.50 WIB dan merusak empat lampu.

Kejadian tersebut juga dialami warga lain. Bahkan tak hanya lampu, perangkat elektronik seperti kulkas dan TV juga rusak.

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang 2 Kecamatan Di Sukoharjo

"Padamnya enggak wajar karena semua barang elektronik rusak, lampu, kulkas jebluk, dan TV. Kami ke sini untuk mengadu secara tertulis dan lisan kepada PLN untuk memperbaiki jaringan listrik dan bertanggung jawab atas kerusakan barang," paparnya.

Berdampak Cukup Luas

Ia mengatakan barang yang rusak akibat listrik PLN padam di wilayah Joglo, Solo, itu memang tidak bernilai besar. Namun karena yang terdampak cukup luas meliputi wilayah tiga RT, ia merasa perlu meminta penjelasan dari PLN area Solo.

Kejadian tersebut membuat warga dibayang-bayangi rasa takut mengalami kerugian barang yang rusak saat mengoperasikan perangkat elektronik.

Ibu Di Solo Nekat Jualan Sabu-Sabu Karena Diminta Anaknya Yang Dipenjara

Warga lain, Yusuf Anshori, 48, mengungkapkan pengalaman serupa. Tiga lampu rusak dan satu monitor rusak saat listrik padam.

Ia meminta PLN bertanggung jawab serta memberikan rasa aman bagi pelanggan. Supervisor Bagian Pelayanan Pelanggan PLN Manahan, Dian, mengaku belum mengetahui penyebab rusaknya peralatan elektronik warga.

PLN segera menerjunkan petugas teknis untuk melakukan investigasi. PLN akan membantu biaya servis peralatan yang rusak, mengganti lampu yang rusak, dan mengecek peralatan yang tidak dapat diservis untuk menentukan ganti rugi. Seluruh warga yang terdampak diminta mendata peralatan yang rusak.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom