Lirik Lagu Tulung - Arda Tatu
Arda Tatu (Youtube)

Solopos.com, SOLO – Lagu berjudul Tulung ciptaan Didi Kempot yang dinyanyikan oleh Arda, seorang anak disabilitas bersuara merdu trending di Youtube. Video musik yang diunggah oleh akun Youtube Didi Kempot Official Channel pada (21/03/2020) telah ditonton lebih dari satu juta penonton dan disukai 77.000 orang.

Didi Kempot mendapat sebutan the Godfather of Broken Heart. Julukan tersebut disematkan kepadanya karena ia selalu bisa membawa pendengar larut dalam emosi ketika mendengarkan lantunan lagunya. Seperti lagu-lagu yang ia ciptakan sebelumnya, lirik lagu Tulung juga menguras perasaan pendengarnya.

Lirik lagu berbahasa jawa ini menceritakan Arda, seorang tuna netra yang mengadu kisah hidupnya kepada bulan, bintang dan angin. Ia menceritakan derita hidupnya dan menggenggam harapan untuk bisa sembuh dari sakit yang dideritanya selama ini.

Didi Kempot bertemu Arda saat ia mengisi acara hajatan di Klaten, Jawa Tengah. Arda yang saat itu juga hadir dalam hajatan tersebut, ingin menyumbangkan sebuah lagu. Ketika mendengar Arda menyanyi, Didi Kempot melihat potensi yang luar biasa ada di dalam diri Arda.

Suara emas Arda mendorong Didi Kempot untuk mengajaknya membuat rekaman lagu. Ia juga berjanji untuk menciptakan lagu khusus untuk Arda yang telah terbayar lewat lagu Tulung ini.

Banyak orang yang menyebut nama Arda dengan sebutan Arda Tatu karena ia sempat menyanyikan lagu karya Didi Kempot berjudul Tatu yang viral di berbagai media sosial.

Berikut lirik lagu dari Arda Tatu berjudul Tulung :

Mbulan, mbulan gede sing ana langit biru
(Bulan, bulan besar yang ada di langit biru)
Tulung padangana uripku
(Tolong terangi hidupku)

Lintang, lintang luku sawangen awakku
(Bintang, bintang luku lihatlah diriku)
Bengi iki ora bisa turu
(Malam ini tidak bisa tidur)

Angin sumilakna, gek enggal singkirna
(Angin terpalah, dan cepat singkirkan)
Lara sing ana awakku iki
(Sakit yang ada pada diriku ini)

Wis meh pirang mangsa
(Sudah hampir beberapa musim)
Nggonku nandang lara
(Telahku menahan sakit)

Laraku sing ana netra
(Sakitku yang ada pada mata)

Tulung, tulungana awakku
(Tolong, tolonglah diriku)
Tulungana uripku
(Tolonglah hidupku)

Tulungana atiku
(Tolonglah hatiku)

Angin, lintang mbulan rungakna
(Angin, bintang bulan dengarkan)
Rungakna suaraku
(Dengarkan suaraku)

Rungakna tangisku
(Dengarkan tangisku)

Tulung
(Tolong)

Angin sumilakna, gek enggal singkirna
(Angin terpalah, dan cepat singkirkan)
Lara sing ana awakku iki
(Sakit yang ada pada diriku ini)

Wis meh pirang mangsa
(Sudah hampir beberapa musim)
Nggonku nandang lara
(Telahku menahan sakit)

Laraku sing ana netra
(Sakitku yang ada pada mata)

Tulung, tulungana awakku
(Tolong, tolonglah diriku)
Tulungana uripku
(Tolonglah hidupku)

Tulungana atiku
(Tolonglah hatiku)

Angin, lintang mbulan rungakna
(Angin, bintang bulan dengarkan)
Rungakna suaraku
(Dengarkan suaraku)

Rungakna tangisku
(Dengarkan tangisku)

Tulung
(Tolong)

Tulung, tulungana awakku
(Tolong, tolonglah diriku)
Tulungana uripku
(Tolonglah hidupku)

Tulungana atiku
(Tolonglah hatiku)

Angin, lintang mbulan rungakna
(Angin, bintang bulan dengarkan)
Rungakna suaraku
(Dengarkan suaraku)

Rungakna tangisku
(Dengarkan tangisku)

Tulung
(Tolong)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom