Tutup Iklan
Ilustrasi praktik kerja. (Kemendikbud.go.id)

Solopos.com, JAKARTA — Sebanyak lima industri menerima penghargaan Peduli http://news.solopos.com/read/20180906/496/938284/mendikbud-segera-kirim-guru-guru-smk-ke-jerman">SMK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Penghargaan Peduli SMK diserahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, dalam rangkaian acara Rembuk Pendidikan Kejuruan di Jakarta, Rabu (5/12/2018) seperti dilansir laman Kemdikbud.go.id.

Adapun industri yang meraih penghargaan meliputi bidang industri otomotif, industri kecantikan, makanan dan minuman, hingga industri listrik.

Peraih penghargaan tersebut adalah Director L'Oréal Indonesia, Umesh Phadke; General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin; General Manager Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT PLN Persero, Wisnoe Satrijono; Human Capital Director PT Sumber Alfaria Trijaya TBL, Tri Wasono Sunu; dan Yamaha Motor Manufacturing Indonesia, M. Abidin.

Mendikbud mengucapkan terima kasih atas kepedulian dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terhadap pendidikan vokasi, terutama SMK. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada DUDI yang bersungguh-sungguh terlibat dalam penyusunan kurikulum http://news.solopos.com/read/20180103/496/881693/bantuan-operasional-ditambah-semua-smk-diminta-lakukan-revitalisasi">SMK.

Dengan kerja keras dan kerja sama yang baik antara DUDI dan pemerintah, akan dihasilkan lulusan http://madiun.solopos.com/read/20181106/516/950866/penyerapan-tenaga-kerja-lulusan-smk-di-jatim-belum-optimal-ini-sebabnya">SMK yang kompeten. Mendikbud mengakui meski tingkat pengangguran lulusan SMK menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun posisinya masih tertinggi.

Mendikbud percaya lewat program revitalisasi pendidikan vokasi akan diperoleh hasil yang baik dalam 2-3 tahun ke depan.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten