SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta–Anggota Komisi I DPR Lily Wahid mengatakan bahwa Susno Duadji, harus tetap diproses hukum. Meski, Susno adalah orang yang berani mengungkap kasus di Polri. Hal ini disampaikan Lily wahid, di sela sidang uji materi Hak Menyatakan Pendapat di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (12/5).

“Kalau dia (Susno) memang melanggar hukum, ya diproses hukumnya. Tapi yang pasti dia berani mengungkapkan apa yang ada di institusinya, permainan hengki-pengki yang ada di situ. Penghargaan masyarakat ke dia itu wajar, tapi tidak berarti orang semacam ini bebas dari hukum lho,” ujar Lily, dari Fraksi PKB.

Promosi Mitsubishi XForce: Stylish untuk Wanita, Praktis buat Ibu Muda

Masih menurut Lily, Susno berani mengungkapkan apa yang ada di dalam institusinya, dan Susno juga sebagai personel polisi.

“Kalau prinsip saya tetap tiga, seperti yang Gus Dur selalu ngomong, polisi bersih itu cuman polisi tidur, Hugeng, dan patung polisi. Jadi di sini harus dibedakan,” lanjutnya.

Mengenai kebijakan apakah polisi sudah melakukan prosedur yang benar pada penahanan Susno, Lily hanya menjelaskan tindakan polisi itu benar, pasalnya tindakan tersebut untuk menegakkan keutuhan sebuah institusi.

“Bagi saya, institusi militer dan polisi itu memiliki etika yang berbeda dengan civilian atau masyarakat biasa. Bagi mereka, ruh dari semua itu adalah disiplin. Jika institusi itu tidak disiplin, runtuh semua aturan yang ada dalam institusi itu. Sangat berbeda militer dan masyarakat biasa,” ujarnya.

Mengenai unsur balas dendam dari kepolisian terhadap orang-orang yang membongkar kebobrokan kepolisian, Lily menjelaskan, “Kita lihat saja nanti, apakah polisi bisa membuktikan tidak ada balas dendam.

Sebagai contoh, Misbakhun dari perdata, dia jadi pidana. sementara Robert Tantular sudah memberikan pernyataan bahwa tidak ada itu L/C bodong, yang ada adalah telat bayar, dan itu di dalam perbankan biasa, selama si nasabah ini bisa memenuhi kewajibannya dan bank memberikan izinnya, transaksi tetap berjalan. itu tetap perdata. Tiba-tiba ada pemalsuan dokumen, ini kan kita tidak tahu apa.

“Semoga kasus susno tidak terjadi seperti itu. Kalau pun dituduh, harus ada buktinya,” lanjutnya.

inilah/rif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya