Real Madrid (Reuters-Susana Vera)

Solopos.com, SEVILLA — Nasib Zinedine Zidane di kursi pelatih Real Madrid digoyang seusai kekalahan memalukan 0-3 dari Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions beberapa hari lalu. Sejumlah figur seperti Jose Mourinho, Massimiliano Allegri hingga mantan pemain Madrid, Xabi Alonso, mulai disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Zidane.

Menurut sejumlah media di Spanyol, kekalahan dari PSG membuat Presiden Madrid, Florentino Perez, kian tak sabar dengan inkonsistensi timnya. Maklum di Liga Spanyol pun Los Blancos hanya memetik dua kemenangan dari empat laga awal. Di saat kondisi tim belum stabil, Toni Kroos dkk. harus meladeni pemuncak klasemen sementara, Sevilla, di Ramon Sanchez Pizjuan, Senin (23/9/2019) dini hari WIB.

Duel ini diyakini bakal menjadi pertaruhan karier Zidane di Santiago Bernabeu. Bukan tak mungkin Perez segera mencari pengganti Zidane jika Los Blancos keok dari Sevilla yang musim ini dibesut mantan Pelatih Madrid, Julen Lopetegui. Di bawah Lopetegui, Tomas Vaclik dkk. tampil brilian dengan memborong 10 poin dari empat pertandingan.

Zidane tak menampik timnya sedang mengalami problem kompleks. Menurut dia, para pemain belum sepenuhnya menampilkan performa seusai levelnya. “Sekarang kami harus melawan pemuncak klasemen. Yang kami inginkan jelas tiga poin di sana, tapi saya mengetahui sulitnya menjadi Real Madrid,” ujar pelatih asal Prancis itu, dilansir Marca, Sabtu (21/9/2019).

Mencuri kemenangan di Ramon Sanchez Pizjuan tak pernah menjadi misi yang mudah bagi Madrid. Los Blancos tercatat kalah 11kali dalam 18 lawatan terkini ke markas Sevilla di ajang Liga Spanyol. Dalam periode itu, Madrid hanya menang enam kali. Itu menjadi catatan terburuk Madrid di kandang lawan sejak Januari 2001. Rekor Madrid di laga tandang Liga Primera sejak Zidane kembali pun tak oke, hanya satu kali menang dari tujuh pertandingan (imbang tiga, kalah tiga).

Alarm bahaya bisa kian berdering apabila Madrid tak segera membenahi lini belakang mereka. Sejak laga pertama di tahun 2019, Madrid hanya mampu mencatat enam clean sheet dari 35 pertandingan di semua kompetisi! Bandingkan dengan Sevilla yang mampu mencatat tiga clean sheet hanya dari empat laga terakhir di kompetisi domestik.

Julen Lopetegui yang ditendang Madrid di musim 2018/2019 diyakini punya motivasi ekstra untuk melampiaskan dendam pada eks klubnya itu. Namun Lopetegui mengklaim tak memiliki ambisi lebih sekalipun lawan yang dihadapi adalah Madrid. “Ada tiga poin yang diperebutkan dan itu sudah menjadi motivasi yang cukup,” ujar pelatih 53 tahun itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten